Pemkab PPU dan BI Perkuat Pengendalian Inflasi Berbasis Peta Kerawanan Pangan

Timur Media, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan memperkuat strategi pengendalian inflasi melalui pemetaan wilayah rawan pangan dan pelaksanaan intervensi pasar yang lebih tepat sasaran.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten PPU Tohar mengatakan, pengendalian inflasi tidak hanya dengan dilakukannya pelaksanaan pasar murah di pusat-pusat keramaian. Tetapi, intervensi oleh Pemerintah perlu dilakukan untuk menjangkau masyarakat yang berada di wilayah dengan akses terbatas terhadap pasar dan sentra ekonomi.

Karena itu, Tohar meminta Dinas Ketahanan Pangan PPU menjadikan neraca ketahanan pangan dan peta kerawanan pangan sebagai instrumen dalam menentukan kebijakan.

“Jadikan neraca ketahanan pangan dan peta kerawanan pangan sebagai instrumen kebijakan operasional,” tegas Tohar dalam kegiatan bersama BI Balikpapan di Kabupaten PPU.

Lebih lanjut, data tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi wilayah yang mengalami kerawanan pangan, terutama kawasan yang lokasinya jauh dari pasar maupun sentra produksi pertanian.

Kondisi tersebut membuat masyarakat harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan kebutuhan pangan. Karena itu, pelaksanaan Gerakan Pasar Murah dan operasi pasar perlu diarahkan ke wilayah yang benar-benar membutuhkan.

Tohar juga meminta koordinasi dengan Bulog dilakukan berdasarkan data yang akurat, termasuk dalam menentukan lokasi pelaksanaan operasi pasar dan Gerakan Pasar Murah.

“Jangan hanya di tempat-tempat yang mudah dijangkau, tetapi kita datangi titik-titik yang memang masyarakatnya membutuhkan,” ujarnya.

Selain intervensi pasar, Pemkab PPU mendorong masyarakat memanfaatkan lahan yang tersedia untuk menanam sejumlah komoditas pangan, seperti cabai, tomat, terong, bawang daun dan seledri.

Upaya tersebut dinilai dapat membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga sekaligus menjaga ketersediaan komoditas pangan yang berpengaruh terhadap inflasi. (ADV)

 

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page