Pemkab Berencana Pinjam Dana Lagi ke PT SMI, Raup Muin: Harus Dapat Persetujuan DPRD

Timur Media, Penajam – Rencana pemerintah daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali mengajukan dana pinjaman ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebagai pembiayaan alternatif terhadap pembangunan infrastruktur di Benuo Taka, diatnggapi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU, Raup Muin dengan mengatakan jika hal itu masih perlu pembahasan lebih lanjut.
Pasalnya, Lanjut Raup, pengurusan dana pinjaman ke PT SMI untuk mendanai program pembangunan daerah harus mendapatkan persetujuan DPRD PPU.
“Saya sudah diskusi dengan Pak Pj Bupati PPU, (Muhammad Zainal Arifin) terkait dengan rencana mengajukan dana pinjaman ke PT SMI. Ini masih tahap awal, belum final. Prosesnya masih panjang, karena ada beberapa tahapan yang harus dilalui, termasuk mendapat persetujuan DPRD,” kata Raup Muin, Kamis (24/10/2024).
Pj Bupati PPU dikatakan Raup Muin, merencanakan dana pinjaman tersebut untuk mendanai pembangunan infrastruktur di tiga sektor, yakni kesehatan, water security atau keamanan air dan penataan wilayah pelabuhan.
Lebih lanjut, Raup Muin mengakui tak mempermasalahkan terkait rencana peminjaman yang akan dilakukan tersebut.
Pemerintah daerah pun, kata dia, belum menentukan objek pembangunan dari ketiga sektor tersebut. Begitu juga dengan besaran dana pinjaman yang dibutuhkan belum ditetapkan karena terlebih dahulu harus melalui kajian mendalam untuk menyesuaikan potensi pendapatan daerah.
“Kalau untuk kepentingan pelayanan masyarakat, tidak masalah mengajukan kembali dana pinjaman ke PT SMI,” ujarnya.
Tetapi, Politisi Partai Gerindra PPU ini menyarankan pemerintah daerah terlebih dahulu harus menyelesaikan cicilan dana pinjaman ke PT SMI.Sebab pada 2017 lalu, Pemkab PPU sudah melakukan peminjaman dana kepada PT SMI sebesar Rp348 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan. Dana pinjaman tersebut dicicil pemerintah daerah selama delapan tahun atau mulai 2019 sampai 2026.
“Pemerintah daerah harus membuat perencanaan matang terkait rencana mengajukan dana pinjaman itu, karena utang yang lama masih ada. Itu harus dilunasi terlebih dahulu,” pungkasnya. (ADV)