Pemangkasan Anggaran, Program Pemprov Kaltim Ditinjau Lagi

TIMURMEDIA, SAMARINDA – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Damayanti, berharap, pengurangan transfer pusat tidak mengorbankan proyek-proyek penting di daerah.
Makanya, dia mendorong agar Pemerinah Provinsi (Pemprov) Kaltim segera membahas hal ini Bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memastikan proyek prioritas tetap berjalan. “Harus tetap ada proses meski bertahap,” katanya.
Politisi Partai Kebangktan Bangsa (PKB) ini mengatakan, Komisi IV DPRD Kaltim akan meninjau kembali program-program prioritas yang diusung oleh Pemprov Kaltim.
Sebab Damayanti menilai, program Gratispol–Jospol harus tetap dijalankan. Alasannya, karena sudah menjadi harapan besar masyarakat. Namun, jika pemangkasan dana benar terjadi pada 2026, maka penentuan skala prioritas menjadi hal mutlak.
“Miris sekali apabila kemudian program unggulan beliau tidak terealisasi. Kalaupun ada efisiensi anggaran, maka yang harus menjadi perhatian kita bersama, mana yang jadi prioritas,” ujarnya.
Damayanti juga menyoroti persoalan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) yang sempat mencuat dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025. “Saya mengingatkan agar kejadian serupa tidak terulang,” ucapnya.
Sebagai informasi, isu pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah menjadi perhatian serius di DPRD Kaltim. Meski belum menerima draf resmi terkait besaran pemotongan, para legislator di Karang Paci itu mengaku sudah menyoroti potensi dampaknya terhadap program-program prioritas daerah. (tm/adv)