Pancasila Bukan Sekadar Materi Buku Pelajaran di Kaltim

TIMURMEDIA, SAMARINDA – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Makmur HAPK, menyatakan pendidikan Pancasila tak lagi cukup hanya menjadi materi di dalam buku pelajaran. Ia harus menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter warga negara, terutama di tengah perubahan sosial dan budaya yang begitu cepat.
“Pancasila bukan hanya dasar negara, tapi juga sumber nilai dan etika publik kita. Kita ingin generasi muda tumbuh dengan karakter yang kuat, berpijak pada nilai-nilai bangsa, dan mampu menjaga keberagaman sebagai kekuatan,” katanya.
Pendidikan Pancasila perlu diterjemahkan secara kontekstual agar tidak sekadar menjadi hafalan, tetapi benar-benar membentuk sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Perda ini menjadi langkah strategis dalam mengembalikan semangat kebangsaan ke tengah masyarakat.
“Saya ingin masyarakat Kaltim tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga punya integritas dan kesadaran kebangsaan yang tinggi. Terutama di era digital sekarang, di mana informasi bisa membentuk opini publik dalam sekejap,” ujarnya.
Makmur HAPK juga menekankan pentingnya melibatkan generasi muda dalam proses penyebaran nilai-nilai kebangsaan. Kalangan pemuda memiliki peran vital sebagai agen perubahan dan jembatan antara pemerintah dan masyarakat.
“Anak muda sekarang ini punya akses informasi yang luar biasa. Kalau mereka dibekali pemahaman Pancasila secara utuh, mereka bisa menjadi motor penyebar nilai-nilai positif di tengah masyarakat,” tuturnya. (tm/adv)