OUR GOALS BENYAMIN NETANYAHU; Maaf aku berpihak pada “Palestina” ?

OUR GOALS BENYAMIN NETANYAHU; Maaf aku berpihak pada “Palestina” ?
Oleh: Ickur
(Ketua LAKPESDAM NU Kota Balikpapan)

Lama vakum menulis akibat konsentrasi membuat konten youtube, tapi tiba-tiba muncul inspirasi untuk membuat tulisan walaupun sekadarnya. Ini bermula tadi pagi ketika aku membuka instagram, akun ttworld memposting video pernyataan Benyamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel yang ditranslate dalam bentuk tulisan berbahasa Inggris. Translate pernyataan Netanyahu inilah yang kemudian kuskrinsut dan kukirim ke postingan WA.

“I would like to clarify, we are at war and we will continue to fight until we reach all out goals”. Kata Netanyahu.

Kalau begini, kayaknya memang tidak ada jalan untuk mendamaikan antara “Israel” dan “Palestina”.

Sebelum melanjutkan tulisan yang agaknya akan singkat ini, aku disclaimer dulu, sengaja aku memberi tanda petik pada tulisan Israel dan Palestina untuk menghindari kemungkinan munculnya perdebatan. Perdebatan akan sulitnya menggunakan nomenklatur khusus pada kedua pihak yang sedang berperang. Bukannya mau menggeneralisir, tapi dari pengamatanku atas berita yang berseliweran di berbagai media, sangat sulit mencari mana yang benar-benar objektif. “Semua” (Lagi-lagi tanda petik) telah menyampaikan berita setelah memilih keberpihakan.

Aku pun berpihak. Berpihak pada ribuan atau bahkan puluhan ribu korban jiwa dan yang terluka parah maupun ringan. Inilah kenapa aku menggunakan “Palestina” sebagai pilihan yang sepadan untuk “Israel”. Karena yang menjadi korban adalah rakyat Palestina (tanpa tanda petik” bukan sekedar pendukung HAMAS. Dan kalau betul apa yang dikatakan oleh Benyamin Netanyahu, bahwa mereka akan terus berperang sampai semua tujuan mereka tercapai, maka korban jiwa dan kerugian materil berupa kerusakan fasilitas umum akan terus berlanjut dan tentu saja bertambah banyak.

Berarti aku tidak adil? Karena berpihak kepada Palestina?. Bukan begitu maksudku, aku berusaha membuat opini sejauh mungkin menghindar dari kemungkinan isu SARA. Aku memilih berpihak RAKYAT PALESTINA yang menjadi korban karena mereka telah tersudut, seolah terkunci dalam ruangan yang kemana pun larinya akan membentur tembok. Korban luka tanpa perawatan yang memadai akibat Rumah Sakit ikut menjadi sasaran penghancuran, korban jiwa jasadnya bergelimpangan tak terurus, krisis persedian makanan bahkan air bersih pun sulit didapat.

Aku menggunakan standar ganda dalam menilai keadaan?. Rakyat Israel juga jadi korban serangan dari pihak “Palestina”, tapi mereka mesih punya fasilitas memadai baik berupa pengobatan yang layak maupun akses yang mudah untuk mendapatkan makanan dan air bersih.

Terakhir, sebelum mengakhiri tulisan ini, “sampai kami mencapai tujuan ini” Kata Netanyahu. Aku memaknai ketikan pernyataan Netanyahu ini pada dua kemungkinan. Pertama, dimaksud dengan our goals oleh Netanyahu adalah tujuan kolektif Israel yang jika benar seperti ini, akan mendapat dukungan semua masyarakat Israel, tapi laporan media internasional dan media sosial menyebarkan video kelompok Yahudi Ortodoks Israel justru turun ke jalan untuk memprotes serangan Israel ke GAZA. Kedua, our goals yang dimaksud Netanyahu adalah tujuan-tujuannya sendiri bersama kelompoknya untuk menghancurkan “Palestina”. Kalau yang kedua ini benar berarti jalan Damai masih bisa terbuka, jika Netanyahu dan kelompoknya tidak memegang posisi sebagai pemegang kebijakan di Israel. Tapi apakah ada figur di Israel yang punya niat untuk menciptakan perdamaian dunia, setidaknya berdamai untuk Palestina?.

Kedai Kopi Hitam Manis
Sepinggan, Balikpapan
22 November 2023

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button