Nonton yuk!!.

(Kisah tanpa inspirasi)

Nonton yuk!!.
(Kisah tanpa inspirasi)
Oleh: Ickur
(Komunitas Disorientasi)

Apakah kalian pernah mengalami terjebak di tengah hujan deras saat mengendarai motor di tengah arus lalu lintas yang macet dan tidak membawa jas anti hujan? Gak sampai di situ, deritanya masih berlanjut! Apa itu? Bensinnya habis total dan di pinggir jalan gak ada penjual bensin botolan, sedangkan pom bensin jaraknya sangat jauh.

Kisah tersebut di atas tidak terjadi pada diriku!. Walau setting suasananya sama, hujan deras tiba-tiba mengguyur, tapi aku berada pada posisi yang tepat. Ingat! Kata anonim; posisi menentukan prestasi. Pas hujan mengguyur, motor tuaku sudah kuparkir di salah satu warkop. Judulnya sih warkop, tapi branding yang melekat pada tempat nongkrong ini adalah warung bubur ayam.

Aku langsung memesan kopi yang disusui ke penjaga warung itu, mengambil posisi duduk yang tepat sembari menatap penderitaan rakyat; maksudku para pengendara yang berdesakan berteduh di depan ruko karena hujan yang tiba-tiba mengguyur dengan deras.

“Gak ada urusan dengan asam lambung!!!” Kataku dalam hati sembari berkali-kali mensuggesti diri bahwa prasyarat untuk mengkonsumsi kopi telah terpenuhi, aku sudah sarapan, dan membaca berulang-ulang mantra sakti “ini adalah obat” di depan kepulan asap tipis yang mengudara dari secangkir kaca bertelinga satu itu.

Hujan kali ini bisa kujadikan alasan untuk bermalas-malasan, nongkrong sendiri menyelesaikan tontonan film seri berjudul “manifest” di netflix. Bagi kalian yang anti LGBT jangan nonton film ini, dan tentu juga film yang lain di netflix karena banyak yang menayangkan scene LGBT. Tapi bagi kalian para kritikus dan penggemar teori konspirasi, film ini rekomendated untuk di analisis. Hanya saja film ini agaknya kian jauh kian melenceng dari setting awal, beda dengan drakor, seseru apa pun kalau serialnya sudah habis, ya gak dipaksa ditambah-tambahi lagi, kata isteriku.

Tapi tidak semua produksi film seri non drakor suka melenceng alurnya dari setting awal. Kalau gak percaya silahkan tonton Warrior Nun, serial pertama dan serial kedua sama serunya, di dalamnya menceritakan pertarungan dan titik temu antara sains dengan agama. Nah, kalau “manifest” ini, mengisahkan tentang pertarungan antara Buzzers dan haters dari pesawat 828 yang dalam paradigma penumpangnya meyakini bahwa mereka berada dalam perjalanan pesawat selama sehari, tapi dalam paradigma dunia luar mereka menghilang selama lima tahun dan muncul secara tiba-tiba. Para Haters mencitrai mereka (para penumpang pesawat tersebut) sebagai kelompok yang membawa ancaman dan teror sejak mereka kembali dari “kematian”. Sedangkan para Buzzers atau tepatnya disebut lovers, atau muhibbin menganggap kembalinya pesawat 828 adalah mukjizat, dan ini dimanfaatkan oleh salah seorang penumpang dari pesawat tersebut untuk mengajarkan “agama” baru yang memuji para penumpang pesawat tersebut sebagai manusia ajaib.

Aku juga belum selesai menonton semua episode film ini secara keseluruhan, dan tulisan ini bukanlah spoiler, nonton sendiri ya! supaya lebih seru. Aku membuat tulisan ini sekedar mengisi waktu sembari menunggu redanya hujan. Dari pada mengkhayal atau mengutak-atik aplikasi HP tanpa tujuan yang jelas, lebih baik menulis. Belajar memainkan kombinasi dan memutar kata-kata, merekam kejadian hari ini dalam bentuk cerita, dan berbagi kisah kepada orang lain., siapa tahu ada yang suka? Kalau gak suka, ya gak apa-apa.

Oke, hujan sudah reda dan jalan raya kembali ramai oleh lalu lalang kendaraan roda dua, tapi kopiku belum habis, masih tersisa setengah gelas, inspirasi untuk menulis mulai kalah oleh bisangnya lalu lalang kendaraan. Saatnya ganti suasana,. Nonton yuk!!.

28 Juni 2023
Warkop Sari Rasi
Sepinggan – Balikpapan

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button