Museum Nasional: Wadah Edukasi dan Menumbuhkan Nasionalisme

Jakarta – Museum berperan sebagai media edukatif yang membentuk karakter cinta tanah air dan menanamkan nilai-nilai nasionalisme bagi pelajar dan mahasiswa.
Edukator Museum Nasional Indonesia, Shadrina mengatakan, Museum Nasional Indones atidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda-benda kuno, tetapi juga sebagai jembatan edukatif antara masa lalu dan masa kini.
“Museum ini bisa jadi tempat belajar sejarah yang menyenangkan dan konkret, karena kita bisa melihat langsung peninggalan zaman dulu,” kata Shadrina, di Museum Nasional Indonesia, di Jalan Medan Merdeka Barat No. 12, Jakarta Pusat, Sabtu (26/07/25).
Ia juga menyebut bahwa pengalaman langsung seperti ini lebih membekas dibanding hanya membaca dari buku.
Sementara itu, Edukator Museum Nasional Ade, menjelaskan museum memiliki peran strategis dalam membentuk karakter bangsa, terutama di kalangan pelajar.
“Melalui museum, kita bisa memahami perjuangan para pahlawan, keberagaman budaya, dan nilai-nilai luhur bangsa. Ini penting untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air,” ucapnya.

Menurut Ade, Museum Nasional Indonesia tidak hanya sebagai ruang pamer, Museum Nasional Indonesia juga menjalankan fungsi edukatif. Berbagai program edukasi telah dijalankan oleh pihak Museum Nasional Indonesia, baik langsung maupun digital, terus dikembangkan. Salah satu contohnya adalah kerja sama dengan Yayasan Belantara Budaya Indonesia dalam kegiatan latihan menari yang melibatkan anak-anak.
Di era digital, museum juga menerapkan teknologi interaktif seperti layar digital, koleksi digitalisasi, dan bahkan pengalaman foto bersama tokoh sejarah menggunakan AI di lantai tiga. Inovasi ini ditujukan untuk menarik minat generasi muda agar lebih dekat dengan warisan budaya bangsa.
“Manfaat utama dari museum ini adalah untuk edukasi dan sebagai sarana pelestarian budaya. Kami ingin masyarakat tidak hanya tahu sejarah dari buku atau AI, tapi juga bisa melihat langsung bukti-bukti sejarahnya.” kata Ade.
Melalui pameran tematik, kolaborasi lintas institusi, serta pendekatan interaktif berbasis teknologi, Museum Nasional membuktikan bahwa warisan budaya tidak hanya disimpan, tapi juga terus dihidupkan.

Beragam koleksi dimilki Museum Nasional diantaranya ribuan artefak, mulai dari arca, prasasti, hingga perlengkapan rumah tangga tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, menjadi saksi bisu perjalanan panjang peradaban Nusantara. Ini menjadi media yang sangat potensial dalam pembelajaran lintas disiplin, termasuk penguatan nasionalisme dalam pendidikan dasar hingga tinggi.
Museum Nasional Indonesia, dengan seluruh koleksinya, membuktikan diri sebagai media pembelajaran sejarah yang hidup. Melalui pendekatan langsung dan refleksi kritis, museum ini menjadi ruang penting dalam membangun generasi muda yang sadar akan sejarah bangsanya dan memiliki semangat nasionalisme yang kuat.
Tim Liputan: Annisa Fitri Nurjanah, Bayu Sofwan Tahtono Aji, Hodijah, Iis Rizkia Putri, Irna Anggraini Patiha. (Mahasiswa Semester 6 PBI FKIP Universitas Tangerang Raya).