Muhammad Husni Fahruddin: Erau Bukan Hanya Milik Kukar

TIMURMEDIA, KUKAR – Erau Adat Kutai 2025 resmi dibuka di Stadion Rondong Demang, Kota Tenggarong, Minggu (21/9/2025) hari ini. Pendirian Tiang Ayu menjadi prosesi sakral sekaligus tanda dimulainya rangkaian budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh Kesultanan Kutai Kartanegara.
Mewakili Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) Hasanuddin Mas’ud, Anggota Komisi II DPRD Kaltim Muhammad Husni Fahruddin, hadir dalam seluruh rangkaian inti Erau Adat Kutai 2025.
Menurut politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu, Erau Adat Kutai 2025 lebih dari sekadar seremoni. Baginya, prosesi pendirian Tiang Ayu menjadi simbol penguatan identitas Kutai sebagai bagian tak terpisahkan dari peradaban Benua Etam. “Erau bukan hanya milik Kukar, melainkan warisan budaya seluruh Kaltim,” ucapnya, Minggu (21/9/2025) hari ini.
Pernyataan itu tentu bukan tanpa dasar. Bagi Ketua Fraksi Partai Golkar di DPRD Kaltim ini, wilayah Kesultanan Kutai mencakup hampir seluruh kabupaten dan kota di Kaltim. Kecuali Kabupaten Berau, Kabupaten Paser, dan sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
“Makanya Erau seharusnya menjadi agenda budaya provinsi, bukan hanya lingkup Kukar,” ujarnya.
Sebagai legislator, ia berkomitmen untuk mengusulkan agar Erau Adat Kutai ke depan diselenggarakan dalam skala yang lebih besar. Yakni dengan menghadirkan parade adat Kutai dari seluruh kabupaten dan kota se-Kaltim.
“Kami akan dorong agar Erau menjadi ruang solidaritas nusantara, memperkuat adat Kutai sebagai payung budaya Kaltim,” tandasnya. (tm/adv)