Mudyat Noor Sebut DBH Sawit Kurang Adil, Harap Ada Kenaikan Persentase

Timur Media, Penajam – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) menilai Dana Bagi Hasil (DBH) di sektor kelapa sawit yang digelontorkan pemerintah pusat ke daerah penghasil, kurang atau di rasa tidak adil.

Bupati PPU, Mudyat Noor mengatakan, dana bagi hasil di sektor kelapa sawit yang diterima Pemkab PPU setiap tahun dari pemerintah pusat tidak sebanding dengan luas lahan serta produksi tandan buah segar kelapa sawit. Selama ini DBH sawit yang diterima PPU dari pemerintah pusat dinilai sangat kecil hanya Rp1,8 miliar.

“Perkebunan kelapa sawit di PPU sangat luas, tetapi DBH yang diterima hanya Rp1,8 miliar, ini yang kami nilai kurang adil,” kata Mudyat.

Dana bagi hasil di sektor kelapa sawit yang diterima PPU lanjutnya, hanya mampu mengcover pembangunan infrastruktur jalan sepanjang 200 meter.

Mudyat berharap pemerintah pusat mengevaluasi alokasi dana bagi hasil sektor kelapa sawit untuk daerah yang memiliki perkebunan kelapa sawit.

“Kami meminta porsi DBH sawit dinaikkan menjadi 15 persen. Karena selama ini porsi DBH sawit untuk daerah hanya 8 persen,” pungkasnya.

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page