Mitigasi Diperkuat, Pemkab PPU Fokus pada Drainase dan Titik Rawan Bencana

Timur Media, Penajam – Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Tohar memberikan sejumlah arahan penting terkait kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Dalam apel gabungan tersebut, ia menegaskan bahwa berbagai bencana yang terjadi di sejumlah provinsi seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat harus menjadi perhatian serius bagi seluruh perangkat daerah.

“Kita perlu belajar dari kejadian yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatra. Kesiapsiagaan dan mitigasi adalah kunci agar daerah kita siap menghadapi potensi banjir, tanah longsor, dan bencana lain akibat curah hujan tinggi,” ucapnya.

Tohar menambahkan, koordinasi internal dan eksternal harus diperkuat agar respons bencana dapat berjalan efektif. Ia menekankan bahwa seluruh elemen pemerintah daerah, mulai dari SKPD teknis hingga perangkat wilayah dan masyarakat, memiliki peran strategis dalam kesiapsiagaan.

Empat SKPD yang berperan langsung dalam penanganan darurat bencana, termasuk BPBD sebagai koordinator utama. Ia meminta segera mengidentifikasi titik rawan bencana di seluruh wilayah. Langkah ini juga harus dilakukan bersama camat, lurah, dan kepala desa agar pemetaan berjalan akurat dan menyeluruh.

“Pahami ketentuan dalam UU Nomor 24 Tahun 2007 serta peraturan pemerintah terkait penanggulangan bencana. Kepala daerah juga telah mengeluarkan surat edaran terkait identifikasi wilayah rawan bencana kepada seluruh pejabat wilayah. Semua pihak harus memperhatikan ini agar tidak terlambat dalam mengantisipasi potensi bencana,” tegasnya.

BPBD dan SKPD lain juga diminta memperbarui pemetaan wilayah rawan bencana di empat kecamatan di PPU. Menurut Tohar, tindakan preventif harus segera dilakukan pada lokasi-lokasi yang memiliki potensi bahaya lebih tinggi, khususnya di daerah yang kerap terdampak banjir maupun longsor.

Selain kesiapan struktural, Tohar menyoroti pentingnya partisipasi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa kepedulian warga terhadap lingkungan sekitar dan potensi risiko turut menentukan keberhasilan mitigasi bencana. Kesiapsiagaan, menurutnya, bukan hanya tanggung jawab pemerintah tetapi juga tugas bersama.

“Kesiapsiagaan ini untuk mengukur seberapa jauh kemampuan koordinasi personel, ketersediaan peralatan, serta kecepatan respons di lapangan. Semua unit harus memahami tugas dan perannya masing-masing,” tambahnya.

Ia juga meminta seluruh petugas di jajaran pemerintah daerah untuk menjaga komunikasi, memastikan setiap instruksi ditindaklanjuti dengan cepat, serta menjamin kesiapan peralatan dan logistik apabila sewaktu-waktu dibutuhkan. Kesiapan tersebut dinilai krusial mengingat dinamika cuaca ekstrem yang tidak dapat diprediksi.

Dalam kesempatan itu, Tohar menegaskan bahwa Kabupaten PPU telah menetapkan status siaga bencana seiring masuknya musim hujan dan meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi. Ia menutup arahannya dengan pesan penting kepada seluruh sektor terkait.

“Kepada seluruh unit kerja BPBD, Satpol PP, Damkar, dan Dinas Sosial serta seluruh lintas sektor lainnya kita perlu memperhatikan dan memberikan perhatian khusus dalam kesiapsigaan bencana di daerah kita. Upaya mitigasi ini penting untuk meminimalisir risiko yang dapat kita cegah sejak dini,” tutupnya. (ADV/No)

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page