Miris! Calon Guru di Kaltim Banyak yang Jadi Driver Ojol

TIMURMEDIA, SAMARINDA – Anggota Komisi IV Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Fadly Imawan, menyatakan sejak lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG), banyak yang justru jadi driver ojek online (ojol).

Tidak sedikit pula yang banting setir menjadi guru mengajar les privat, hingga mengajar di sekolah swasta dan pesatren. Tentu, sebagian dari profesi itu tidak sesuai dengan disiplin ilmu yang mereka dapat.

“Padahal, dengan kemampuan dan kualifikasi mereka sangat diperlukan dalam meningkatkan kualitas SDM di daerah,” jelas politisi Partai Golongan Karya (Golkar) tersebut saat menghadiri audiensi Komii IV DPRD Kaltim dengan Ikatan Alumni Pendidikan Profesi Guru (PPG), Senin (14/10/2025), di Gedung D, Lantai 3, Kantor DPRD Kaltim.

Dalam kesempatan itu, Koordinator Ikatan Alumni PPG, Rahmat Nur, mengatakan sebanyak 241 mahasiswa PPG telah menyatakan preferensi untuk mengabdi di Benua Etam. Namun, tumpang tindih birokrasi menjadi kendala utama dalam penyaluran tenaga guru.

“Kami sudah berkomitmen sejak awal untuk mengabdi di Kaltim, tapi belum ada kejelasan mekanisme penempatan,” terangnya.

Rahmat Nur menyatakan, tidak sedikit lulusan PPG menganggur karena tidak ada kejelasan seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) kedepan. Padahal, urgensi pemberdayaan PPG adalah menyalurkan kompetensi yang berdampak pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kaltim.

“Dan mendapatkan guru yang kualitasnya telah diakui oleh Pemerintah Pusat melalui program prioritas sekolah rakyat,” tandasnya. (tm/adv)

 

 

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page