Menuju Kota Layak Anak, Balikpapan Lakukan Sejumlah Langkah Strategis

Balikpapan — Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan Kota Layak Anak (KLA) melalui berbagai kebijakan dan program lintas sektor. Sejumlah langkah strategis dilakukan sebagai upaya memastikan pemenuhan hak-hak anak secara menyeluruh di seluruh wilayah kota.
Verifikasi lapangan terhadap kesiapan Balikpapan menuju KLA telah dilakukan oleh tim dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan tim verifikator tersebut.
“Melalui evaluasi ini, kami dapat mengidentifikasi berbagai potensi, tantangan, sekaligus mengukur efektivitas program yang telah dilaksanakan,” ujar Bagus dalam kegiatan verifikasi KLA di Balikpapan, Kamis (12/6/2025).
Bagus menegaskan, komitmen Pemkot Balikpapan dalam pemenuhan hak anak tidak sebatas pada momen penilaian semata. Menurutnya, keberlanjutan program menjadi bagian dari tanggung jawab moral pemerintah terhadap generasi masa depan.
Sejumlah langkah konkret telah ditempuh, antara lain pengesahan Peraturan Daerah Kota Balikpapan Nomor 2 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Kota Layak Anak serta deklarasi resmi menuju KLA.
Pemkot juga aktif menggelar rapat Gugus Tugas KLA dan membentuk Forum Anak di seluruh kecamatan dan kelurahan. Di sektor pendidikan, telah dibentuk Satuan Pendidikan Ramah Anak sesuai standar KemenPPPA. Selain itu, Balikpapan kini memiliki dua Lembaga Perlindungan Khusus Ramah Anak.
Empat rumah ibadah juga telah ditetapkan sebagai Rumah Ibadah Ramah Anak. Layanan kesehatan ramah anak kini tersedia di seluruh puskesmas dan fasilitas persalinan. Pada 2023, cakupan persalinan di fasilitas kesehatan mencapai 98,8 persen.
Upaya mewujudkan lingkungan sehat juga dilakukan melalui penetapan kawasan tanpa rokok serta kebijakan larangan penerbitan izin reklame rokok di seluruh kota.
“Kami percaya bahwa sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi nonpemerintah sangat penting untuk membangun ekosistem yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” tutur Bagus.
Ia menambahkan, komitmen ini tidak bergantung pada proses evaluasi atau penilaian dari kementerian.
“Insya Allah, Pemkot akan terus bersungguh-sungguh menjadikan Balikpapan sebagai rumah yang aman dan nyaman bagi anak-anak,” pungkasnya. (Man)