Melihat dari Dekat PKPMD Kaltim 2025 (1)

Terobosan baru dilakukan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim). Tahun ini, Pelatihan Kader Pemimpin Muda Daerah (PKPMD) digelar untuk kali pertama. Di Indonesia, Benua Etam menjadi provinsi pertama yang melaksanakan ini.

LIMA puluh pemuda-pemudi terbaik dari 10 kabupaten/kota mengikuti program ini. Mereka dinyatakan lolos setelah melewati serangkaian seleksi. Sejak Senin (9/6/2025), mereka resmi mengikuti PKPMD di Komplek Gelanggang Olahraga (Gelora) Kadrie Oening, Kota Samarinda.

Di hari pertama, 50 peserta PKPMD memulai kegiatan dengan registrasi sekira pukul 13.00 Wita. Setelah itu, mereka diarahkan menujuasrama yang tersedia di Komplek Gelora Kadrie Oening dan melakukan pelbagai akivitas pribadi. Malam harinya, mereka menjalani pemeriksaan Kesehatan dari tim medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS). Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut pada pembekalan tata tertib yang berlaku selama masa PKPMD.

Menariknya, ada sejumlah tata tertib ketat yang harus dilakukan para peserta PKPMD. Misalnya saja, saat makan. Laiknya seorang prajurit, mereka harus makan dengan disiplin dengan waktu terbatas. Momen ini sendiri diawasi langsung perwakilan TNI dan Polri. Tujuan hal ini dilakukan, tak lain agar para mereka terbiasa dengan disiplin. Termasuk untuk hal-hal sederhana.

Tak hanya sampai disitu. Pendamping dari TNI dan Polri juga ikut mendampingi aktivitas harian mereka. Mulai dari pagi hingga malam hari. Bahkan termasuk mengatur jadwal tidur dan penggunaan gadget. Para peserta PKPMD juga mendapatkan pelbagai materi pembelajaran mengenai kepemimpinan. Semua dilakukan di ruang rapat lantai 1 Tower Gelora Kadrie Oening.

“Mereka sudah dibekali aturan dan dijelaskan agar tidak kaget nanti. Semua ini untuk membentuk karakter pemimpin yang disiplin dan bertanggung jawab,” ucap Rusmulyadi, Sub Koordinator Kepemimpinan, Kepeloporan, dan Kemitraan, Bidang Pengembangan Pemuda, Dispora Kaltim.

Katanya, di PKPMD ini, ada dua peserta mengundurkan diri pada menit-menit terakhir. Posisi mereka langsung digantikan oleh peserta cadangan. “Kuota tetap 50 orang. Kami ganti langsung dengan peserta cadangan yang nilainya juga bagus. Mereka sudah melewati tahapan seleksi, jadi kualitasnya tetap kami jaga,” ujar Rusmulyadi. (nov/adv)

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page