Masyarakat Diminta Bantu Pencegahan DBD

Timur Media, Penajam – Masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), diminta untuk melakukan kegaitan yang mampu pemberantasan sarang nyamuk, terutama nyamuk jenis “Aedes Aegypti”.
Pencegahan itu harus turut dilakukan oleh masyarakat di Kabupaten PPU, karena pemerintah tidak mampu jika berjalan sendiri tanpa kesadaran masyarakat.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten berjuluk Benuo Taka ini, Jansje Grace Makisurat, mengatakan masyarakat harus waspada serangan penyakit demam berdarah yang tergolong berbahaya.
Langkah yang dianggapnya mampu dilakukan oleh masyarakat saat ini, adalah dengan menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar.
“Perkuat masyarakat desa dan kelurahan untuk giatkan kerja bakti atau gotong royong bersihkan lingkungan sekitar,” kata Kepala Dinas Kesehatan PPU.
Selain itu juga, pentingnya meningkatkan kegiatan gotong royong di lingkungan masyarakat itu, dinilai turut berdampak pada menurunnya atau menekan penyebaran penyakit DBD.
“Kerja bakti bersihkan lingkungan, perbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar, serta menanam tanaman pengusir nyamuk, itu yang kami giatkan,” ujarnya.
Sedangkan disisi lain, Dinas Kesehatan Kabupaten PPU turut menjalin kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten PPU, untuk segara mengangkut sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) ke tempat pembukaan sampah akhir (TPA).
Dinas Kesehatan Kabupaten PPU, diketahui sejak awal tahun telah mencatat 109 kasus DBD yang tersebar di 4 kecamatan, mulai dari Kecamatan Penajam 28 kasus, Kecamatan Waru 12 kasus, Kecamatan Babulu 51 kasus, dan Kecamatan Sepaku 18 kasus.
Meski tercatatkan sejumlah demikian, namun hingga saat ini Dinas Kesehatan PPU menyatakan tidak ada kasus DBD yang menyebabkan kematian di 4 kecamatan tersebut. (ADV)