Mahulu Rawan Terisolir, Ketua DPRD Kaltim: Helikopter Harus Disiapkan

TIMURMEDIA, SAMARINDA– Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) dianggap rentan jika terjadi bencana. Daerah yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia, ini kerap tak bisa diakses saat banjir besar terjadi. Salah satu sebabnya adalah keterbatasan infrastruktur dan kondisi alam yang berbeda dengan kabupaten/kota lain.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Hasanuddin Mas’ud, menjelaskan, kondisi di wilayah ujung timur Benua Etam itu tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Makanya, dia meminta, Pemeriah Provinsi (Pemprov) Kaltim segera mencari solusi strategis.
“Saat jalur darat belum sepenuhnya bisa dilalui dan sungai mengalami surut, kita tidak bisa lagi mengandalkan moda transportasi konvensional. Helikopter harus disiapkan sebagai sarana evakuasi dan distribusi bantuan,” ujarnya, Jumat (8/8/2025) usai Rapat Paripurna ke-29 di Gedung DPRD Kaltim.
Kabupaten Mahulu, lanjutnya, dikenal dengan medan geografis yang sulit dijangkau. Tak sedikit desa-desa di sana yang hanya bisa diakses melalui jalur sungai atau udara. Ketika terjadi bencana alam atau cuaca buruk, distribusi logistik sering kali terhambat. Bahkan tidak jarang bantuan gagal tiba tepat waktu.
Kondisi tersebut tidak sekadar mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak langsung pada harga dan ketersediaan bahan pokok. “Bayangkan saja, pernah terjadi harga beras tembus hingga satu juta rupiah per karung, sementara gas elpiji nyaris tak tersedia. Ini bukan hanya tentang distribusi, tapi tentang pemenuhan hak dasar warga untuk hidup layak,” ucapnya.
Bagi politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini, perhatian terhadap daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) harus menjadi prioritas dalam pembangunan nasional. Makanya, Kabupaten Mahulu sebagai wilayah perbatasan, merupakan simbol eksistensi negara yang tidak boleh diabaikan.
“Ini bukan semata-mata soal keterpencilan wilayah. Ini soal keadilan sosial. Warga Mahulu punya hak yang sama untuk mendapatkan pertolongan dan pelayanan yang cepat dalam situasi krisis,” tutup Hasanuddin Mas’ud. (tm/adv)