Lulusan dan Kebutuhan Tenaga Pendidik Tak Seimbang di Kaltim

TIMURMEDIA, SAMARINDA – Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Fuad Fakhruddin, menyoroti ketidakseimbangan antara jumlah lulusan sarjana pendidikan dan kebutuhan tenaga pendidik di daerah. Kondisi tersebut dinilai masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam menyiapkan tenaga guru yang sesuai kebutuhan lapangan.
“Jadi memang ada ketidaksesuaian dengan kebutuhan lapangan, misalnya di satu sisi sekolah-sekolah SMK kita itu punya guru-guru yang memang punya ilmu spesifikasi yang seringkali kesulitan memenuhinya,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa masalah utama terletak pada ketidaksesuaian antara jurusan lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan sekolah di lapangan. “Karena lulusan tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan sekolah-sekolah, itu yang harus diperhatikan,” ucapnya.
Politisi Partai Gerindra ini menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah rektor di Kalimantan Timur untuk membahas persoalan tersebut dalam rapat bersama. “Kami ingin pimpinan-pimpinan perguruan tinggi itu memperhatikan itu,” ungkapnya.
Fuad Fakhruddin berharap agar perguruan tinggi, khususnya fakultas keguruan, dapat menyesuaikan pembukaan jurusan dengan kebutuhan riil di daerah. “Sehingga dia membuka jurusan-jurusan fakultas keguruan itu disesuaikan dengan apa yang menjadi kebutuhan di daerah,” urainya.
Selain ketidaksesuaian lulusan, Darlis juga menyoroti meningkatnya kebutuhan guru seiring dengan rencana pembangunan sekolah baru oleh pemerintah provinsi.
“Memang kita sebetulnya tingkat kebutuhan guru kita akan semakin bertambah seiring dengan adanya kebijakan pemerintah akan membangun sekolah-sekolah baru,” ulasnya.
Ia mencontohkan, beberapa wilayah di Kaltim seperti Balikpapan masih mengalami kekurangan SMA.
“Misalnya di Pemprov Kaltim untuk pendidikan menengah itu teman-teman daerah banyak sekali yang teriak tentang kebutuhan, ada kekurangan sekolah menengah atas di daerah itu seperti Balikpapan sebagai contoh yang diakui sendiri oleh Disdikbud itu sangat kekurangan sekolah-sekolah menengah,” tandasnya. (tm/adv)