Longsor di Proyek RDMP Pertamina di PPU 3 Pekerja Jadi Korban

Timur Media, Penajam – Tiga pekerja proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) milik Pertamina di Terminal Lawe-Lawe, Desa Girimukti, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kehilangan nyama akibat tertimbun longsor galian pada Selasa (28/10/2025) sekitar pukul 16.30 Wita.
Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara melalui Kasat Reskrim Polres PPU, AKP Dian Kusnawan mejelaskan, kronologi kejadian berawal pada saat melakukan penggalian, para pekerja melakukan penggalia menggunakan alat bert, namun di tengah proses penggalian tersebut terdapat jaringan pipa yang menghalangi, sehingga dilakukan penggalian oleh tujuh pekerja secara manual dan bergatian.
Naas saat melakukan pengagilan manual dengan kedalaman sekitar dua sampai tiga meter secara bergantian. Tiba-tiba dinding tanah amblas dan menimbun tiga pekerja berinisial TM (35), WAB (20) dan HM (20) hingga meninggal dunia. Sedangkan satu korban lainnya Tri Mujianto sebagai mandor mengalami luka ringan akibat tertimpa material longsor susulan.
“Ketiga korban dinyatakan meninggal dunia setelah berhasil dievakuasi. Satu pekerja lainnya mengalami luka ringan dan menjalani perawatan di RSUD Ratu Aji Putri Botung PPU,” kata Dian Kusnawan, Rabu (29/10/2025).
Dian Kusnawan menegaskan, kasus kecelakaan kerja yang menimpa pekerja proyek RDMP akan diselidiki. Pihaknya telah meminta keterangan beberapa saksi di lapangan terkait dengan peristiwa ini.
“Saat ini penyidik masih menunggu akses resmi dari pihak perusahaan untuk melakukan pemeriksaan di titik galian. Karena saat ini pihak perusahaan masih melakukan proses investigasi internal,” bebernya.
Ia menekankan, penyidik akan mendalami terkait dengan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
“Kalau ada ditemukan kelalaian dalam hal penerapan SOP dan K3, maka perkara ini akan ditingkatkan ke tahap penyidikan,” ungkapnya.
Dari tiga pekerja, yang meninggal dunia, lanjut Dian Kusnawan, salah satu orang diantaranya merupakan warga Kabupaten PPU dan dua pekerja dari luar PPU.
“Jenazah korban asal PPU sudah diserahkan kepada pihak keluarga. Sedangkan jenazah dua korban dari luar PPU akan dipulangkan ke kampung halamannya di malam ini,” pungkasnya.