Legislator Dorong BUMDes Jadi Motor Ekonomi Mandiri Desa di PPU

Timur Media, Penajam – Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Haryono, mendorong seluruh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di wilayah tersebut agar dapat memaksimalkan potensi ekonomi desa demi mewujudkan kemandirian finansial. Menurutnya, desa tidak bisa selamanya bergantung pada anggaran dari pemerintah daerah maupun pusat.
Haryono menyebutkan bahwa dari total 30 desa di Kabupaten PPU, sebagian besar memiliki potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan. Namun, belum semua BUMDes aktif dan produktif dalam mengelola potensi tersebut.
“BUMDes ini sebenarnya punya kekuatan besar kalau dikelola dengan baik. Mereka bisa menciptakan usaha sendiri, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan PADes (Pendapatan Asli Desa),” jelasnya.
Menurut Haryono, selama ini desa masih terjebak dalam ketergantungan pada dana transfer, seperti Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD). Ketergantungan ini dikhawatirkan akan melemahkan semangat kemandirian dan inisiatif pembangunan dari masyarakat desa sendiri.
“Desa harus mandiri. Kalau selalu menunggu bantuan pusat atau daerah, pembangunan tidak akan pernah stabil,” katanya.
Ia menekankan pentingnya penguatan kapasitas pengelola BUMDes, baik dari sisi manajerial, perencanaan usaha, maupun pemahaman pasar. Ia juga meminta agar Pemkab PPU menyediakan pendampingan berkelanjutan dan pelatihan khusus bagi pengurus BUMDes.
“Tidak bisa dilepas begitu saja. Harus ada pendampingan yang intensif. Kalau perlu kerja sama dengan perguruan tinggi atau pelaku usaha,” tambah Haryono.
BUMDes diharapkan bisa memanfaatkan potensi lokal seperti pertanian, perikanan, kerajinan, hingga jasa wisata desa. Menurutnya, dengan inovasi dan kerja sama, BUMDes dapat berkembang layaknya unit usaha profesional.
“Kita tidak ingin BUMDes hanya jadi nama, tapi harus jadi mesin penggerak ekonomi desa,” tegasnya. (ADV)