Lebih dari Sekadar Lomba, MTQ Penajam Tanamkan Spirit Cinta Al-Qur’an

Timur Media, Penajam – Meski ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-46 tingkat Kecamatan Penajam telah resmi berakhir, gema lantunan ayat suci yang menggema di halaman Kantor Kelurahan Gunung Seteleng pada Sabtu (8/11/2025) masih terasa hingga kini. Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan tersebut meninggalkan pesan mendalam tentang pentingnya membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat modern.

Camat Penajam, Dahlan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan MTQ, sekaligus menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini bukan hanya mencari juara, melainkan menumbuhkan semangat mencintai Al-Qur’an di kalangan generasi muda.

“Ajang MTQ adalah ruang pembinaan akhlak dan karakter. Lebih dari sekadar prestasi, ini adalah jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujarnya.

Menurutnya, di tengah derasnya arus teknologi dan informasi, tantangan terbesar umat saat ini adalah menjaga nilai-nilai keimanan agar tetap kokoh. Karena itu, ia berharap kegiatan MTQ tidak berhenti di panggung lomba, tetapi menjadi gerakan sosial yang menumbuhkan budaya membaca dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Allah sediakan hadiah yang terbaik bagi siapapun yang membaca kitab-Nya, bahkan untuk satu huruf pun diberikan sepuluh kebaikan. Itulah pesan spiritual yang ingin kita hidupkan kembali melalui MTQ ini,” ungkapnya.

MTQ ke-46 tahun ini mencatat Desa Giri Mukti sebagai juara umum dengan total nilai 305, mengungguli 17 kelurahan dan desa lainnya. Namun, bagi Dahlan, kemenangan sejati bukan hanya soal piala, melainkan bagaimana semangat Qur’ani itu dapat terus tumbuh di setiap lingkungan.

Dahlan juga mengumumkan bahwa Kelurahan Penajam akan menjadi tuan rumah MTQ ke-47 tahun 2026. Ia berpesan agar pelaksanaan mendatang tidak hanya lebih meriah, tetapi juga lebih substantif dalam melibatkan masyarakat, terutama kalangan pelajar dan remaja.

“Kami titip pesan agar MTQ tahun depan bisa menjadi ajang pembinaan, bukan sekadar perayaan. Karena dari generasi Qur’ani-lah akan lahir masyarakat yang beradab dan berdaya,” ucapnya. (ADV/No)

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page