Komisi III DPRD PPU Desak Relokasi Pasar di Sepaku Demi Keselamatan dan Kelancaran Lalu Lintas

Timur Media, Penajam – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong pemerintah daerah untuk segera merelokasi sejumlah pasar tradisional di Kecamatan Sepaku. Pasalnya, kondisi pasar yang semrawut dan letaknya di pinggir jalan dinilai mengganggu kelancaran arus lalu lintas, apalagi di tengah meningkatnya pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Anggota Komisi III DPRD PPU, Sakka, mengatakan bahwa keberadaan pasar di tepi jalan raya sudah lama menjadi masalah klasik. Namun dengan semakin padatnya arus kendaraan, terutama kendaraan berat proyek pembangunan IKN, kondisi ini semakin membahayakan.

“Pasar di Sepaku, seperti Pasar Sukaraja, Binuang, dan Telemow, semua posisinya sangat dekat dengan jalan raya. Ini sangat mengganggu arus lalu lintas dan berbahaya bagi pedagang maupun pembeli,” ujarnya.

Sakka menegaskan bahwa pasar memang menjadi pusat perputaran ekonomi rakyat, namun penataan yang buruk justru berpotensi menimbulkan kerugian lebih besar. Potensi kecelakaan dan kemacetan harus menjadi pertimbangan serius bagi Pemkab PPU.

Menurutnya, langkah relokasi pasar ke tempat yang lebih strategis dan aman bisa menjadi solusi terbaik. Selain menghindari gangguan lalu lintas, lokasi baru yang lebih tertata akan meningkatkan kenyamanan berbelanja dan mendongkrak pendapatan pedagang.

“Kalau sudah tertata rapi, pembeli pasti senang belanja. Lingkungannya juga lebih sehat, tidak becek, tidak semrawut,” jelasnya.

Ia menambahkan, dengan keberadaan IKN Nusantara, arus kendaraan yang lewat di Sepaku diprediksi akan terus meningkat. Jika tidak ditangani dari sekarang, masalah pasar di pinggir jalan bisa memicu kemacetan parah di masa depan.

Karena itu, Komisi III mendesak agar Pemkab PPU mulai memetakan lokasi relokasi yang layak. Penataan harus dilakukan dengan melibatkan pedagang agar tidak terjadi penolakan di kemudian hari. Ia memastikan pihak DPRD akan mengawal program relokasi pasar ini agar dapat berjalan mulus.

“Jangan tunggu IKN ramai dulu baru bingung cari lokasi. Lebih baik dipindahkan secara bertahap dari sekarang, supaya pedagang juga bisa menyesuaikan. Yang penting pasar tertata, arus lalu lintas lancar, dan pedagang tetap sejahtera,” pungkasnya. (ADV)

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page