Komisi III DPRD Kaltim Minta Perusahaan Berpartisipasi Bangun Desa Tertinggal

TIMURMEDIA – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Timur, Veridiana Huraq Wang, meminta seluruh perusahaan di Benua Etam untuk berpartisipasi membangun desa tertinggal. Katanya, saat ada sekira 17 desa yang masih berstatus tertinggal.

“Ini diperlukan stimulan. Termasuk dari perusahaan-perusahaan agar pembangunan di desa tertinggal bisa diberdayakan jadi desa lebih maju dan mandiri, serta punya daya tahan,” katanya.

Seperti diketahui, data di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kaltim menyebut, hingga awal 2023 tercatat ada 17 desa dengan status desa tertinggal. Desa-desa itu tersebar di 4 kabupaten.

Sebaran 17 desa tertinggal itu diantaranya ada di Kabupaten Berau 1 desa yakni Kampung Kelay. Di Kabupaten Kutai Timur ada 2 desa, yakni Desa Tebangan Lembak dan Desa Mugi Rahayu. Di Kabupaten Kutai Barat ada 6 desa, yakni Kampung Gerungung, Tanjung Soke, Deraya, Lemper di Kecamatan Bongan, Kampung Anan Jaya dan Jelmu Sibak di Kecamatan Bentian Besar.

Kemudian di Kabupaten Mahakam Ulu ada 8 desa yakni, Kampung Wana Pariq, Kampung Tri Pariq Makmur, Kampung Nyaribungan, Kampung Long Penaneh II, Long Penaneh III, Kampung Noha Tivab, Kampung Noha Silat, serta Kampung Long Apari.

Menurut Veridiana Huraq Wang, kunci utama dalam mengentaskan status desa tertinggal adalah dengan memberdayakan seluruh masyarakat desa. Dalam memberdayakan masyarakat, diperlukan anggaran yang nanti dalam pengelolaannya akan bermuara pada perubahan status desa, dari tertinggal menjadi berkembang hingga menjadi status desa maju atau mandiri.

“Jika mengacu pada jumlah desa tertinggal di Kaltim, keseluruhan desa tersebut masing-masing berada pada wilayah kawasan sungai dan terisolir, contohnya di Kabupaten Mahakam Ulu,” ujarnya.

Seharusnya, urai Veridiana Huraq Wang, pembangunan desa penting untuk diperhatikan, sebab desa merupakan ujung tombak negara. “Seharusnya pembangunan desa penting untuk diperhatikan, walaupun memang pembangunan desa tertinggal di Kaltim ini sangat bergantung pada politik anggaran,” bebernya.

Untuk mempercepat progres pembangunan desa, Veridiana Huraq Wang meminta kepada seluruh perusahaan yang beroperasi di Kaltim turut berpartisipasi, sehingga status desa tertinggal bisa berubah.

“Kita semua tahu bahwa di Kaltim ini banyak sekali perusahaan besar, ada perusahaan sawit, tambang batu bara, minyak dan perusahaan kayu. Kita harapkan semua perusahan itu bisa berkontribusi melalui dana CSR (Corporate Social Responsibility, Red.), sehingga dana CSR itu bisa digunakan untuk stimulan pembangunan desa,” pungkasnya. (adv)

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button