Komisi II Minta Kontribusi BUMD Ditingkatkan untuk PAD

TIMURMEDIA, SAMARINDA – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Muhammad Husni Fahruddin, menyebut ada potensi besar Sungai Mahakam sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan di Kaltim.
Ia menekankan perlunya langkah konkret dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam (SDA) tersebut.
“Apakah ada dorongan dari komisi untuk langkah inisiatif itu? Itu butuh kajian terlebih dahulu sebelum dibahas,” katanya. “Perlu diperbincangkan, apakah itu akan menjadi inisiatif atau mendapat dorongan dari pemerintah untuk DPRD,” ujar Muhammad Husni Fahruddin.
Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu menyoroti potensi besar Sungai Mahakam dalam memberikan manfaat ekonomi dan sosial kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa sungai ini bukan hanya sebagai saluran pembuangan limbah dari aktivitas pertambangan, melainkan juga sebagai aset daerah yang bisa dimanfaatkan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
“Harus dipastikan bahwa manfaatnya tidak hanya dinikmati oleh pihak eksternal tanpa memberikan keuntungan bagi kita,” ujarnya.
Selain itu, Muhammad Husni Fahruddin mendorong peningkatan kinerja dan kontribusi Perusahaan Daerah (Perusda) yang bergerak di sektor pandu tunda terhadap PAD. Usulan perubahan status perusda menjadi perseroda yang sudah dibahas di Komisi II DPRD Kaltim harus segera disahkan dalam bentuk peraturan daerah. “Dengan peraturan daerah, ini akan menjadi landasan yang lebih kokoh,” ucapnya.
Muhammad Husni Fahruddin menambahkan bahwa dengan adanya Perda, akan memberikan keleluasaan bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk menjelajahi sektor ekonomi yang beragam, dengan tujuan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.
“Perusahaan daerah kita harus menjadi pemain utama di berbagai sektor di Kaltim, termasuk pertambangan, perkebunan, dan perdagangan,” ungkapnya. (tm/adv)