Komisi II Ingatkan Penjaringan Calon Direksi BUMD Kaltim Bukan Sekadar Rutinitas

TIMURMEDIA, SAMARINDA – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Firnadi Ikhsan, menjelaskan proses penjaringan calon direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bukan sekadar rutinitas birokratis. Makanya, nilai integritas juga perlu menjadi pertimbangan utama.
“Jangan sampai seleksi ini menjadi sekadar rutinitas birokratis. Siapapun kandidatnya harus benar-benar diuji,” pintanya, belum lama ini.
Bagi politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, pengalaman dalam pengelolaan sektor publik merupakan faktor penting lain yang patut dijadikan pertimbangan dalam penilaian. Makanya, ia menerangkan, siapapun yang terpilih di pemimpin BUMD namun tidak memiliki integritas dan pengalaman dalam pengelolaan sektor publik, justru dapat membawa dampak negatif terhadap pengelolaan aset daerah.
“Tanpa integritas, akan sulit membangun kepercayaan masyarakat. Dan itu berisiko tinggi bagi keberlangsungan BUMD kita,” ungkapnya.
Menurut Firnadi Ikhsan, proses penjaringan calon direksi BUMD cukup tinggi direspon masyarakat. Terutama di bidang strategis seperti PT Migas Mandiri Pratama (MMP).
Tingginya respon ini, lanjutnya, bisa dipahami mengingat potensi ekonomi yang besar. Ia pu kembali mengingatkan, proses seleksi harus dijauhkan dari faktor kepentingan perorangan maupun kelompok. “BUMD mengelola kepentingan rakyat. Maka, seleksi harus dilakukan secara objektif dan akuntabel,” tegasnya. (tm/adv)