Komisi I DPRD Tanggapi Kisruh Beasiswa Idaman Kukar

TIMURMEDIA, SAMARINDA – Sekretaris Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) Salehuddin, mengatakan kisruh Beasiswa Kukar Idaman tak lepas dari kondisi keuangan daerah. Sebab saat ini, defisit yang dialami Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar cukup besar. Yakni mencapai Rp955 miliar.
“Pemerintah harus memilah mana program yang bisa dijalankan dan mana yang terpaksa dipending,” jelasnya, saat diwawancara usai Rapat Paripurna ke-30 di DPRD Kaltim, Jumat (15/8/2025) kemarin.
Kata politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini, kendala tak hanya muncul pada realisasi tahun berjalan. Tetapi juga dalam proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Dari sekian banyak program, Beasiswa Kukar Idaman menjadi salah stau yang terdampak.
“Realisasi beasiswa sulit terwujud sesuai konsep awal, karena pendapatan daerah jauh dari asumsi yang direncanakan,” terangnya. “Masyarakat, termasuk mahasiswa, harus memahami kondisi ini. Soal prioritas tetap kami serahkan ke Pemkab Kukar,” timpal Salehuddin.
Sebagai informasi, pelaksanaan Beasiswa Kukar Idaman tahun ini menuai protes keras. Sebab, nominal yang diberikan kepada calon penerima, jauh berkurang dari tahun lalu. Dalam Petunjuk Teknis (Juknis) ditulis Rp5 juta, padahal kenyataannya hanya Rp1,6 juta. Pemotongan ini berlaku bagi mahasiswa yang menempuh Pendidikan Strata 1 (S1). (tm/adv)