Klinik Konseling di Sekolah Diusulkan Atasi Kasus Perundungan

TIMURMEDIA, SAMARINDA – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Fuad Fakhruddin, mengungkapkan keprihatinannya terkait meningkatnya kasus perundungan anak di sekolah. Ia menyatakan bahwa peningkatan kasus ini disebabkan oleh kekurangan guru atau konselor pendidikan (BK).

“Kita ambil contoh saja, di SMK 15 Samarinda, guru BK nya hanya lima orang sementara siswanya ribuan. Di SMP 2 juga guru BKnya hanya dua orang, siswanya juga ribuan,” jelasnya.

“Itu belum sisi yang lain seperti ruang konselingnya di satuan pendidikan, itu sudah menjadi pandangan umum bahwa ruang konseling itu selalu ditempatkan di ruangan yang kecil. Bagaimana mau maksimal menangani masalah kalau ruangannya saja tidak cukup,” timpal Fuad Fakhruddin.

Ia melanjutkan, belum lagi selama ini persepsi terhadap guru BK seolah-olah semua problematika siswa itu harus ditangani guru BK. Oleh sebab itu pihaknya menyarankan adanya klinik konseling di tiap sekolah.

“Sebenarnya kan guru Mapel (mata pelajaran, Red) sendiri bisa mengatasi itu, tidak semua urusan guru BK. Dengan adanya klinik konseling tentu lebih membantu, apalagi langsung di bawah Disdik. Nantinya di dalam klinik konseling itu tak hanya ada guru BK, melainkan juga ada psikolog,” terang Fuad Fakhruddin. (tm/adv)

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page