KETUM PBNU MEMBELA PENDUKUNG PRABOWO

KETUM PBNU MEMBELA PENDUKUNG PRABOWO

Oleh: Ickur

(Ketua LAKPESDAM NU Kota Balikpapan)

Pembelaan Gus Yahya, Ketua Umum PBNU kepada Khofifah Indar Parawansa meskipun tidak menuding langsung kepada Cak Imin tetapi hampir semua sudah maklum bahwa itu ditujukan kepada cawapres yang berpasangan dengan Anies Baswedan di pilpres 2024 nanti.

Sebelumnya telah marak diberitakan di berbagai media bahwa Khofifah Indar Parawansa telah terang-terangan menyatakan dukungannya kepada Prabowo, dan hal ini direspon oleh Cak Imin dengan mengatakan bahwa “orang yang punya ideologi NU pasti istikamah ke AMIN, saya meragukan ke-NU-annya kalau tidak pilih Amin”.

Statement Cak Imin inilah yang kemudian dijawab oleh Gus Yahya dengan mengatakan bahwa “orang yang meragukan ke-NU-an Khofifah Indar Parawansa tidak pernah menjadi pengurus NU”. Pernyataan Ketum PBNU ini memancing minat saya untuk membuat tulisan berupa opini tentang tafsir bebas dari saya yang menghasilkan beberapa kemungkinan dan pertanyaan yang mungkin saja bisa direspon oleh orang yang sempat membaca tulisan ini, baik berupa jawaban atas pertanyaan yang kemungkinan tidak sempat saya jawab, lebih asyik lagi kalau dijadikan bahan diskusi.

Sebagaimana yang telah saya katakan di awal tulisan ini bahwa meskipun tidak menyebut nama, tentu khalayak akan menduga kuat bahwa orang yang dimaksud oleh Gus Yahya “yang meragukan” Ke-NU-an Khofifah adalah Cak Imin, karena beberapa hari sebelumnya media telah banyak yang memberitakan tentang pernyataan Cak Imin yang direspon Gus Yahya tersebut.

Betulkah Cak Imin tidak pernah menjadi Pengurus NU?. Pertanyaan ini tidak bisa saya jawab karena setelah melakukan riset ke berbagai sumber, saya tidak menemukan Informasi yang menyatakan bahwa Cak Imin pernah menjadi Pengurus NU. Tapi, ada pertanyaan lanjutan. Yang dimaksud pengurus NU di sini apa?, apakah Pengurus Besar, Wilayah, Cabang, Majelis Wakil Cabang, Lembaga, atau Badan Otonom NU?.

Cak Imin pernah menjadi Ketua Umum PB PMII, memang saat itu PMII tidak secara formal menjadi Badan Otonom NU seperti saat ini karena dalam dinamikanya, PMII yang terlahir dari NU kemudian independen, dan di masa Cak Imin, independensi PMII dari NU berubah menjadi interdependensi.

Dan faktanya PMII memang anak kandung NU. Meski sering diledekin PMII anak nakal NU, tapi PMII lah yang berada di barisan depan ketika NU dibully. Dan Gus Yahya justru berasal dari organisasi kemahasiswaan yang menjadi rival PMII.

Lantas, kenapa tiba-riba Gus Yahya memberi pembelaan kepada Khofifah?.

Apakah ini merupakan afirmasi atas isu yang beredar bahwa mayoritas warga NU mendukung Prabowo, capres yang didukung Khofifah?.

Disclaimer: saya tidak mengatakan PBNU atau NU secara kelembagaan.

Alurnya begini; Khofifah menyatakan dukungannya kepada Prabowo secara terang-terangan. Karena dukungannya kepada Prabowo, Cak Imin mengatakan “meragukan ke -NU-an orang yang tidak istikamah mendukung AMIN” (tidak menyebut Khofifah). Kemudian Gus Yahya membela Khofifah yang mendukung Prabowo dengan mengatakan bahwa “yang meragukan ke-NU-an Khofifah tidak pernah menjadi pengurus NU”. Kalimat sederhanamya; Ketua Umum PBNU membela pendukung Prabowo.

Setelah beberapa waktu lalu Gus Yahya membuat pernyataan yang menarik garis pemisah yang tegas antara NU dan PKB, kemudian PBNU “memecat” Ketua Umum Pengurus Wilayah Jawa Timur yang teridentifikasi mendukung pasangan AMIN, dan akhirnya membuat pernyataan (meski tidak sebut nama) bahwa orang yang meragukan ke -NU-an Khofifah tidak pernah menjadi pengurus NU. Apakah ini pertanda bahwa Gus Yahya tidak mendukung AMIN, yang artinya lagi-lagi menjadi dugaan kuat sebagai signal mendukung Prabowo?.

Yang pasti PBNU sudah jauh-jauh hari menyatakan bahwa tidak akan ikut politik praktis. Semua pengurus pengurus NU di berbagai tingkatan, yang ikut politik praktis pada pilpres 2024 atau terdeteksi ikut dukung mendukung pasangan capres – cawapres tertentu telah di nonaktifkan (untuk memperhalus kata dipecat). Tapi tidak bisa dipungkiri juga, di berbagai media diberitakan bahwa banyak tokoh NU yang disinyalir membuat pernyataan atau diduga mendukung calon tertentu dalam ajang pilpres 2024.

Madrasah Miftahul Ulum Manggar

17 Januari 2024 di sela waktu istirahat.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button