Ketua DPRD Kaltim Soroti Angka Stunting Tinggi

TIMURMEDIA, SAMARINDA – Penderita stunting di Benua Etam masih tinggi. Sebagian besar berlokasi di Kota Samarinda, Kota Balikpapan, dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Jika merujuk pada data Dinas Kesehatan (Dinskes) Kalimantan Timur (Kaltim), angkanya mencapai 22,2 persen. Lebih tinggi dari rata-rata nasional yang berada di bawah 19,4 persen.
Menanggapi hal ini, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Hasanuddin Mas’ud, menyatakan masalah ini menjadi indikator dari belum optimalnya pelayanan dasar negara di bidang gizi dan kesehatan masyarakat.
“Kita belum punya rumah sakit kelas A yang benar-benar menjadi andalan. Dan soal stunting, kita masih tertinggal. Ini bukti nyata bahwa kemerdekaan belum sampai ke perut rakyat,” tegasnya, saat diwawancara usai upacara Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-80, di Stadion Kadrie Oening, Komplek Gelanggang Olahraga (Gelora) Kadrie oening, Kota Samarinda, Minggu (17/8/2025).
Meski demikian, politisi Partai Golongan Karya (Golkar) tidak hanya menyampaikan kritik. Ia menyuarakan optimisme bahwa pemerintahan yang ada saat ini, baik di provinsi maupun pusat, masih punya waktu dan peluang untuk membenahi ketertinggalan tersebut.
“Saya percaya, dengan arah baru pemerintahan saat ini, pembangunan bisa lebih merata. Tapi perlu komitmen dan sinergi, dari pusat hingga daerah. Tidak bisa jalan sendiri-sendiri,” tutup Hasanuddin Mas’ud. (tm/adv)