Ketimpangan Fasilitas PAUD di Babulu, Sujiati Dorong Pemerataan Layanan Pendidikan Dini

Timur Media, Penajam – Masih adanya perbedaan mencolok dalam kualitas fasilitas pendidikan anak usia dini (PAUD) di wilayah Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), membuat anggota DPRD Sujiati angkat bicara. Dalam kegiatan reses yang digelar baru-baru ini, Sujiati menemukan bahwa sebagian TK dan PAUD telah mendapatkan renovasi, sementara banyak lainnya masih berada dalam kondisi yang memprihatinkan.

“Ini tidak adil. Ada sekolah yang sudah diperbaiki, tapi di sisi lain masih ada yang bocor atapnya, tidak berpaving, dan bahkan tidak punya pagar. Harus ada pemerataan,” ujarnya.

Ia menyebut telah membantu renovasi tiga TK sebelumnya, namun menyadari bahwa skala kebutuhan jauh lebih besar daripada yang bisa ditangani sendiri. Oleh karena itu, Sujiati mendorong Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) untuk menyusun program pemerataan infrastruktur pendidikan yang lebih sistematis dan berkelanjutan.

Menurutnya, kualitas pendidikan tidak boleh ditentukan oleh lokasi geografis atau kedekatan dengan pusat pemerintahan. Semua anak, kata dia, berhak mendapat lingkungan belajar yang aman dan nyaman tanpa diskriminasi.

“Ada TK yang bangunannya sudah hampir rubuh tapi tetap beroperasi karena tak ada pilihan lain. Ini harus segera ditangani,” tegasnya.

Selain fasilitas fisik, Sujiati juga menyoroti pentingnya pemerataan tenaga pendidik. Ia mengusulkan agar guru-guru PAUD diberi pelatihan rutin serta pemerataan penempatan guru ke wilayah terpencil.

Warga juga mengeluhkan tentang anak-anak yang sering sakit karena kondisi ruang kelas yang lembab dan lingkungan sekolah yang becek saat hujan. Masalah ini menurutnya adalah bukti nyata bahwa kesenjangan infrastruktur harus segera ditutup.

“Tidak cukup hanya renovasi sebagian, tapi perlu ada strategi menyeluruh. Kami di DPRD siap mendukung dari sisi penganggaran dan pengawasan,” ujarnya.

Sujiati berharap Pemkab PPU bisa melihat masalah ini sebagai bagian dari tanggung jawab menciptakan keadilan pendidikan, bukan sekadar pembangunan fisik.

“Pendidikan usia dini harus diprioritaskan. Karena dari situlah karakter dan masa depan anak dibentuk,” pungkasnya. (ADV)

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page