Kepala UPTD PPA PPU Ingatkan Bahaya Pernikahan Siri Bagi Perempuan dan Anak

Timur Media, Penajam – Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DP3AP2KB Penajam Paser Utara (PPU), Hidayah, mengeluarkan imbauan tegas kepada perempuan agar menolak ajakan menikah siri. Ia menegaskan bahwa pernikahan tanpa pencatatan negara justru membuka ruang kerugian bagi perempuan.

Menurutnya, pernikahan siri tidak memberikan perlindungan hukum yang memadai. Ketika terjadi kekerasan dalam rumah tangga, kasus tersebut tidak dapat diproses sebagai KDRT karena negara tidak mengakui ikatan perkawinan tersebut.

“Pernikahan siri membuat perempuan kehilangan hak atas harta gono-gini, hak waris, serta perlindungan hukum dalam rumah tangga,” terang Hidayah.

Hidayah menjelaskan bahwa banyak perempuan tidak menyadari risiko besar yang ditimbulkan. Kedekatan emosional sering membuat mereka mengabaikan prosedur hukum yang seharusnya menjadi dasar dalam memulai rumah tangga.

Ia menambahkan, pernikahan siri juga dapat menyulitkan pengurusan administrasi keluarga. Misalnya, pembuatan akta kelahiran anak membutuhkan dokumen sah terkait status perkawinan orang tua.

Tak hanya itu, akses terhadap layanan jaminan sosial, bantuan pemerintah, maupun fasilitas publik juga terhambat jika status pernikahan tidak terdaftar. Hal ini dapat berdampak panjang pada kesejahteraan keluarga.

Hidayah mengatakan, pihaknya sering menerima laporan kasus perempuan yang dirugikan akibat praktik menikah siri. Beberapa di antaranya berujung pada penelantaran dan hilangnya tanggung jawab dari pihak laki-laki.

Karena itu, ia mengajak seluruh perempuan untuk lebih waspada terhadap ajakan pernikahan yang tidak disertai komitmen legal. Pencatatan nikah disebut sebagai bentuk perlindungan dasar bagi perempuan.

Ia menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk memastikan setiap perempuan memperoleh hak yang sama dalam hukum. Tanpa dokumen resmi, hak-hak itu tidak dapat dipenuhi dengan baik.

“Perempuan harus memastikan pernikahan mereka tercatat secara resmi untuk melindungi masa depan keluarga,” tegasnya. (ADV/No)

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page