Kepala DP3AP2KB PPU Sebut Pemberian MBG Untuk Kelompok Rentan Dapat Cegah Stunting

Timur Media, Penajam – Program pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok rentan 3B, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, yang diluncurkan oleh SPPG Kemala Bhayangkari Polres PPU, di Kantor Kelurahan Nipah-Nipah, Selasa (19/5/2026). Diapresiasi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana DP3AP2KB Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Dikatakan Kepala DP3AP2KB PPU, Jansje Grace Makisurat, program tersebut sangat membantu dalam upaya pencegahan stunting sejak dini, Sebab dalam pelaksanaanya menyasar kelompok yang paling rentan terhadap masalah gizi.
“Pemberian makanan bergizi ini ditujukan untuk balita hingga usia lima tahun, serta ibu hamil sampai masa menyusui selesai,” ujarnya.
Ia menilai, pemberian MBG ke Kelompok rentan 3B merupakan langkah yang tepat sasaran. karena kelompok tersebut memiliki resiko tinggi ter hadap masalah gizi.
“Menurut kami, makanan yang diberikan sudah sesuai standar gizi. Perhatian pemerintah pusat terhadap SPPG juga sangat baik,” kata Grace.
Menurutnya, intervensi gizi sejak masa kehamilan menjadi kunci penting dalam menekan angka stunting di daerah. Sehingga Diharapankan program ini bisa mencegah stunting.
Grace juga menjelaskan, program MBG dilaksanakan di wilayah yang telah memiliki SPPG dan menjangkau sasaran sesuai kapasitas masing-masing daerah.
“Daerah yang dekat dengan SPPG dan memiliki sasaran akan diberikan bantuan, disesuaikan dengan kemampuan di luar sekolah,” jelasnya.
Ia menyebut sejumlah wilayah di PPU seperti Gunung Seteleng, Nenang, dan Lawe-Lawe telah menerima program serupa. Sementara wilayah Waru dan Babulu masih dalam tahap pengembangan, sedangkan Sepaku baru memiliki satu titik layanan.
Dalam kegiatan di Nipah-Nipah, sebanyak 60 warga menerima bantuan makanan bergizi yang berasal dari dua posyandu. Rinciannya, 20 penerima dari Posyandu Cempaka 4 dan 40 penerima dari Posyandu Cempaka 5.
Program ini diharapkan dapat memperkuat upaya pemerintah daerah dalam menurunkan angka stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di Benuo Taka.
“Dengan memberikan gizi yang tepat sejak hamil, stunting bisa di cegah, karena ibu dapat melahirkan bayi yang sehat,” pungkasnya. (ADV)