DPRD Bontang

Kepala Dinas Berkali-Kali Mangkir saat Raperda, Ini Respon DPRD Kota Bontang

TIMURMEDIA – Sejumlah kepala dinas yang kerap mangkir dari Rapat Paripurna pembahasan Rancangan Peraturan Daerah mendapat catatan buruk dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bontang. Anggota Komisi II DPRD Kota Bontang Nursalam menyesalkan kejadian seperti ini acap kali terulang. Seharusnya pembahasan Raperda menjadi agenda penting bagi para kepala dinas.

“Kalau setiap agenda Raperda hanya dihadiri staf atau Kabid yang mewakili, maka kemungkinan produk hukum atau Raperda yang dibuat itu bakal tumpul,” tegasnya. “Bagaimana Raperda tidak tumpul. Setiap pembahasan Raperda yang hadir cuman staf atau hanya kabid (kepala bidang, Red.) sebagai perwakilan,” timpak Nursalam.

Pembahasan Raperda, menurutnya, wajib dihadiri seluruh kepala dinas. Sebab aturan yang dibahas itu adalah bagian dari usulan mereka. Ketidakhadiran kepala dinas tentu sangat mempengaruhi alur pembahasan. Pokok acuan dari diskusi dalam merancang Perda tentu berangkat dari analisis hasil kajian mereka di lapangan. “Kalau mereka tidak hadir, mending tidak usah dibahas. Karena buat apa. Toh yang mengusulkan tidak datang,” bebernya.

Nursalam menegaskan jika agenda rapat pembahasan Raperda berikutnya, kepala dinas harus hadir, tanpa terkecuali. “Saya ingatkan lagi. Kepala dinas langsung yang harus hadir. Jangan diwakilkan,” pintanya. (fa/ads)

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button