Kelangkaan Pupuk Subsidi Ancam Produksi dan Ketahanan Pangan

Timur Media, Penajam – Ancaman terhadap ketahanan pangan kembali mencuat di Penajam Paser Utara (PPU), menyusul keluhan petani terkait sulitnya memperoleh pupuk subsidi. Hal ini diungkapkan anggota Komisi II DPRD PPU, Budi Sarwoto, saat melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Penajam.

Ia menuturkan, petani kerap kesulitan mendapatkan pupuk meskipun sudah terdaftar dalam kelompok tani resmi. Harga pupuk pun seringkali melampaui standar subsidi.

“Ini bukan masalah baru, tapi sampai hari ini belum ada langkah nyata yang menyelesaikan akar persoalannya,” kata Budi.

Ia mengingatkan bahwa pupuk sangat vital dalam proses produksi pertanian. Tanpa ketersediaan yang memadai dan harga terjangkau, hasil panen petani akan terganggu.

Gangguan ini, lanjutnya, bisa berujung pada penurunan produksi dan memicu lonjakan harga pangan di pasaran. Situasi ini jelas merugikan masyarakat luas, bukan hanya petani.

Menurut Budi, mekanisme distribusi harus dibenahi. Ia menyarankan pengawasan lebih ketat serta sistem pelaporan yang transparan agar alokasi pupuk bisa menyasar petani yang benar-benar membutuhkan.

Ia juga mengusulkan pembuatan kanal pengaduan resmi agar petani bisa menyampaikan masalah secara langsung, bukan hanya mengeluh di forum terbatas. Budi pun berharap sinergi antara pemerintah, dinas teknis, dan kelompok tani bisa diperkuat agar masalah ini tidak terus berulang tiap musim tanam.

“Pupuk bukan barang mewah. Pemerintah harus memastikan ketersediaan dan aksesnya sebagai bagian dari kebijakan ketahanan pangan,” ujarnya. (ADV)

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page