Kekurangan Tenaga Penyuluh Perikanan, Optimalkan Potensi Laut

Timur Media, Penajam – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menghadapi tantangan serius dalam pengembangan sektor perikanan akibat kekurangan tenaga penyuluh. Saat ini, wilayah ini hanya memiliki enam penyuluh perikanan yang tersebar di empat kecamatan, sebuah angka yang dianggap jauh dari ideal untuk mengoptimalkan potensi perikanan yang ada.

Kepala Dinas Perikanan PPU, Rozihan Asward, menjelaskan bahwa keberadaan penyuluh perikanan sangat krusial untuk membimbing dan mendampingi masyarakat dalam pengelolaan potensi perikanan di masing-masing desa.

“Idealnya, setiap desa harus memiliki satu penyuluh perikanan. Dengan demikian, mereka dapat memberikan bimbingan dalam budidaya perikanan dan membantu operasi pasar,” ujar Rozihan.

Namun, keterbatasan jumlah penyuluh menjadi kendala yang signifikan. Saat ini, dengan hanya enam penyuluh yang tersedia, sulit untuk memberikan dukungan yang memadai kepada masyarakat.

“Maunya kami, untuk penyuluh ini setiap satu desa satu orang, karena peran mereka sangat besar,” imbuhnya.

Salah satu masalah yang dihadapi dalam merekrut penyuluh perikanan adalah struktur pengelolaannya yang berada di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Penyuluh ini berada di bawah kendali langsung kementerian, bukan pemerintah daerah. Kami telah mengajukan permohonan untuk mendapatkan penyuluh, namun ada keterbatasan personil di kementerian,” jelas Rozihan.

“Berbeda dengan pertanian, penyuluh di sektor perikanan harus dipasok oleh Kementerian Pusat. Ini menjadi kelemahan bagi kami dalam pendampingan di lapangan,” tambahnya.

Melihat pentingnya keberadaan penyuluh, koordinasi antara Dinas Perikanan dan penyuluh menjadi sangat krusial. Selama ini, Dinas Perikanan telah berupaya melakukan komunikasi dan kerjasama dengan penyuluh yang ada untuk memastikan adanya pendampingan yang efektif.

“Kita selama ini berkoordinasi dengan penyuluh, dan mereka aktif mendampingi masyarakat dalam program-program yang ada,” tutup Rozihan. (ADV)

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page