Kebutuhan Riil Rp6 M, Dua Stadion di Samarinda Ternyata cuma Dapat Rp4 M

TIMURMEDIA, SAMARINDA – Pemeliharaan atau maintenance dua stadion di Kota Samarinda –Stadion Kadrie Oening di Jalan Wahid Hasyim dan Stadion Utama Palaran di Jalan Stadion Utama– saat ini masih menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Timur (Kaltim).

Sayangnya, anggaran yang tersedia tidak sebanding dengan kebutuhan. Hal ini diungkapkan Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, M. Darlis Pattalongi, di Gedung E, Lantai 1, Kantor DPRD Kaltim, belum lama ini.

Kata politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim hanya mengalokasikan anggaran sekir Rp4 miliar untuk pemeliharaan dua stadion tersebut. Padahal, menurut perhitungan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, kebutuhan riil mencapai Rp6 miliar.

“Itu pun baru untuk kebersihan serta pemeliharaan halaman,” jelas M. Darlis Pattalongi.

Lebih lanjut ia menyatakan, Dispora Kaltim selaku pengelola dua stadion tersebut, seharusnya juga dapat mengelola fasilitas olahraga tersebut secara professional. Salah satunya dengan memaksimalkan potensi bisnis. “Dengan demikian, biaya pemeliharaan tidak lagi sepenuhnya ditanggung APBD,” terang M. Darlis Pattalongi.

Disamping itu, ia mjuga menyatakan, saat ini yang dibutuhkan Dispora Kaltim adalah perspektif komersialisasi agar bisa mengelola dua stadion tersebut. Tujuannya, talk sekadar mengurangi beban APBD. Tetapi juga meningkatkan potensi daerah.

“Karena di beberapa daerah, seperti di Sumsel (Sumatera Selatan, Red.) mereka bisa mandiri, tidak membebani APBD provinsinya dalam pengelolaan atau pemeliharaan stadion,” tutup M. Darlis Pattalongi. (tm/adv)

 

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page