Kabut Asap Karhutla Jadi Perhatian, Bupati PPU Imbau Warga Gunakan Masker

Timur Media, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah. Masyarakat diimbau menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk.
Bupati PPU Mudyat Noor mengatakan, keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah potensi penurunan kualitas udara akibat asap karhutla.
Ia meminta warga memperhatikan kondisi udara di lingkungan masing-masing, terutama ketika hendak beraktivitas di luar rumah.
“Kami mengimbau warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk, menggunakan masker saat diperlukan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan pernapasan. Karena keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama.” kata Mudyat.
Selain mengantisipasi dampak kesehatan, Mudyat meminta masyarakat ikut mencegah meluasnya karhutla. Warga diingatkan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan titik kebakaran.
Pemerintah daerah juga meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait memperkuat pemantauan kondisi udara, edukasi kepada masyarakat, serta kesiapsiagaan layanan kesehatan selama kondisi karhutla masih berlangsung.
“Kami juga menginstruksikan kepada seluruh instansi terkait untuk terus siaga dan aktif dalam melakukan pencegahan dan pemadaman karhutla,” ujarnya.
Upaya pencegahan dampak kabut asap turut dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) PPU. Sekretaris Dinkes PPU Safira Kunthi mengatakan, tim promosi kesehatan melakukan sosialisasi secara langsung di sejumlah lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Sosialisasi dilakukan dengan mendatangi sejumlah kawasan, termasuk pelabuhan dan pasar, untuk mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya perlindungan diri dari paparan asap.
“Masyarakat tentu harus menjaga kondisi tubuh agar tetap prima. Sehingga kondisi asap dari karhutla ini tentu kita imbau agar masyarakat mengenakan masker saat keluar rumah,” kata Safira.
Dinkes juga mengingatkan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan maupun penyakit jantung agar lebih berhati-hati terhadap paparan asap.
Masyarakat yang mengalami sesak napas, kesulitan bernapas, atau keluhan kesehatan yang semakin berat diminta segera mendapatkan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan.
“Ini Bagian dari kesiapsiagaan Pemkab PPU untuk mengurangi dampak buruk asap karhutla kepada kesehatan masyarakat selama kualitas udara terdampak,” pungkasnya. (ADV)