Jaga Kestabilan Keuangan Daerah Dengan Genjot PAD Melalui Disiplin PBB

Timur Media, Penajam – Putar otak menjaga kestabilan keuangan daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) berencana mendisiplinkan pembayara Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) demi menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ketimbang menaikan Pajak, Pemerintah daerah lebih memilih strategi ini untuk mengurangi beban defisit pada keuangan daerah.

Dikatakan Bupati PPU, Mudyat Noor, jika Angaran Belanja dan Pendapatan daerah (APBD) tahun 2025 dapat dipastikan turun. Hal ini terjadi akibat Dana tranfer pusat ke daerah yang di kurangi akibat efisiensi.

“Proyeksi APBD 2025 turun, mana bisa naik dengan kondisi keuangan sekarang. Tapi kalau dibilang turun sampai 75 persen juga tidak. Dari dulu arus keuangan kita rendah, ditambah dana bagi hasil kecil dan sering terpotong,” terang Mudyat.

Karena hal itu, pemerintah daerah, kata Mudyat tetap berupaya memperkuat PAD. Hingga pertengahan September, realisasi PAD telah mencapai 80 persen dari target. sehingga strategi-strategi peningkatan PAD pun terus di tambah,

Salah satu langkah tegas yang ditempuh adalah dengan menautkan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pada pencairan tunjangan pegawai. Menurut Mudyat, di PPU ini banyak pegawai yang memiliki bidang tanah, sehingga kita perlu mendisiplinkan agar tertib membayar sebagai warg negara dan dapat menggenjot PAD, serta juga dapat menajdi contoh kepada masyrakat.

“Pegawai di PPU banyak yang punya tanah. Kalau tidak bayar PBB, tunjangannya tidak akan cair,” tegas Mudyat.

Selain itu, Pemkab PPU juga mewajibkan perusahaan yang tercatat di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) melunasi pajaknya sebelum mengurus izin usaha.

“Strategi ini diharapkan mampu mendorong penerimaan PBB yang selama ini dinilai belum optimal,” pungkasnya.

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page