Iran Umumkan Kematian Ayatollah

Iran Umumkan Kematian Ayatollah Khamenei Akibat Serangan AS-Israel – 40 Hari Berkabung dan Gelombang Balasan Rudal
Timur Media, 1 Maret 2026 — Republik Islam Iran resmi mengumumkan bahwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menghantam kompleks kepemimpinan di Tehran pada Sabtu pagi (28 Februari). Media negara IRNA dan Press TV menyiarkan pengumuman resmi pada Sabtu malam, menyebut serangan itu sebagai “kejahatan perang” dan “agresi terburuk terhadap kedaulatan Iran sejak Revolusi 1979.”
Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari. Ribuan warga turun ke jalan di Tehran dan kota-kota besar lainnya, menggelar doa bersama dan prosesi duka. Pemimpin sementara Dewan Ahli menegaskan bahwa “darah Khamenei akan menjadi api perlawanan,” sembari menyerukan persatuan rakyat menghadapi agresi asing.
Sebagai balasan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) meluncurkan ratusan rudal balistik dan drone ke target militer Israel serta basis AS di Timur Tengah. Sirene peringatan berbunyi di Jerusalem, Tel Aviv, dan Haifa, sementara sistem pertahanan Iron Dome dan Arrow berusaha mencegat serangan. Iran menyebut operasi balasan ini sebagai “gelombang pertama,” dengan ancaman serangan lanjutan jika agresi berlanjut.
Pejabat Iran menuduh AS dan Israel melakukan “pembunuhan politik” yang bertujuan melemahkan perlawanan regional. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyatakan bahwa “Iran tidak akan pernah tunduk pada terorisme negara,” dan menegaskan bahwa serangan balasan akan terus berlanjut hingga “musuh membayar harga penuh.”
Situasi di Timur Tengah kini berada di titik paling genting dalam beberapa dekade. Negara-negara Teluk dan Eropa menyuarakan kekhawatiran atas potensi perang regional, sementara Dewan Keamanan PBB dijadwalkan menggelar sidang darurat. Warga Iran dan Israel diimbau tetap berada di tempat perlindungan, menunggu perkembangan yang bisa menentukan arah sejarah kawasan. (Ickur)