Informasi Pelatihan di UPTD BLKI Balikpapan Belum Diketahui Masyarakat Luas

TIMURMEDIA, SAMARINDA – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Sarkowi V. Zahry, menjelaskan jika kerja sama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dan kabupaten/kota perlu diperkuat. Khususnya dalam memaksimalkan peran Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) di seluruh Benua Etam.
“Makanya kan proses rekrutmen peserta itu bagusnya lebih transparan dan tepat sasaran, dengan mekanisme tracking alumni yang juga transparan,” jelasnya.
Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini menerangkan, pentingnya publikasi yang lebih luas agar masyarakat mengetahui program-program apa saja yang tersedia di UPTD BLKI.
“Kalau informasi hanya beredar terbatas, masyarakat di daerah sulit mengakses pelatihan. Harus ada strategi sosialisasi yang lebih masif,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim, Rozani Erawadi, mengaku saat ini hanya ada dua BLKI di Kaltim. Yakni di Kota Balikpapan dan Kota Bontang. Dari dua BLKI itu, per tahun ada total 65 paket pelatihan yang tersedia.
“Semua dibiayai dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, Red.) tanpa dukungan APBN (Anggaran Pendaptan an Belanja Negara, Red.),” akunya.
Tahun ini, lanjut Rozani Erawadi, anggaran yang tersedia sebesar Rp22 miliar. Selin iu, peserta pelatihan memperoleh sertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sesuai Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2025.
“Setiap tahun dilakukan sinkronisasi dengan perusahaan agar alumni dapat terserap di dunia kerja. Namun, keterbatasan daya tampung menjadi tantangan, karena tiap paket hanya menampung 16 peserta,” tutupnya. (tm/adv)