Hilirisasi Perkebunan di Kaltim Dianggap Maju

TIMURMEDIA, SAMARINDA – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Yenni Eviliana, menilai hilirisasi subsektor perkebunan di Kaltim sudah mengalami peningkatan ketimbang belasan tahun lalu. Hal ini dibuktikan dengan jumlah pabrik pengolahan kelapa sawit yang sudah banyak saat ini, yang mampu menghasilkan Crude Palm Oil (CPO).
Yenni Eviliana mengatakan, dulu pabrik pengolahan kelapa sawit atau pabrik CPO di Kaltim hanya ada dua unit, yakni di Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara. Namun sekarang jumlahnya sudah mencapai 99 unit yang tersebar di semua kabupaten.
“Dengan penambahan pabrik CPO yang banyak ini membuat para pekebun di Kaltim lebih mudah dalam menjual tandan buah segar (TBS) dari panen kelapa sawit, meskipun pabrik pengolahan kelapa sawit tersebut lebih banyak peran swasta,” ujarnya.
Selain itu, keberadaan pabrik CPO tersebut juga berdampak pada harga TBS yang ikut naik karena adanya persaingan sehat. Saat ini, harga TBS di Kaltim rata-rata di atas Rp2.000 per kilogram (kg).
Dampak hilirisasi di sektor perkebunan ini, katanya, mendongkrak Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) Kaltim, seperti pada Januari 2023 yang sebesar 171,94, menggambarkan bahwa pekebun di Kaltim sejahtera.
“Untuk hilirisasi perkebunan harus diakui memang sudah maju, meskipun harus ditingkatkan lagi, bukan hanya dari sawit menjadi minyak goreng, karena masih banyak produk lain yang bisa diolah dari turunan sawit maupun perkebunan lain. Ini yang harus terus digenjot,” pungkas Yenni Eviliana. (tm/adv)