Gara-Gara Pemangkasan dari Pusat, Kaltim Efisiensi Anggaran Hingga 50 Persen

TIMURMEDIA, SAMARINDA – Kondisi Benua Etam tidak sedang baik-baik saja. Gara-gara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 mengalami penurunan, transfer dari Pemerintah Pusat ke daerah ikut mengalami pengurangan. Dari Rp919 triliun, tercatat ada pemangkasan sebesar Rp269 triliun.
“Kondisi ini berdampak langsung ke daerah, termasuk kita yang tahun ini terpaksa melakukan efisiensi anggaran sampai 50 persen,” kata Hasanuddin Mas’ud, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), kemarin.
Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini menjelaskan, efisiensi tersebut merupakan instruksi langsung dari Pemerintah Pusat. Makanya, ia memprediksikan persentase efisiensi bisa meningkat di tahun depan. “Kita efisiensi tahun ini sebesar 50 persen, tahun depan bisa 75 persen,” jelasnya.
Hasanuddin Mas’ud menerangkan, sejumlah daerah bahkan kemungkinan tidak bisa menggaji biaya modal tetap seperti biaya Aparatur Sipil Negara (ASN). “Ini juga persoalan nanti,” terangnya.
Disamping itu, ia menyatakan, efisiensi itu menyasar semua bidang. Yakni dari dana bagi hasil dan lain-lain hingga 50 persen. Itu sebabnya, daerah-daeah di Indonesia menghadapi fase krusial dalam pengelolaan anggaran dan pelaksanaan program.
“Jadi kita sekarang memang berharap di PAD (Pendapatan Asli Daerah, Red.),” tutup Hasanuddin Mas’ud. (tm/adv)