DPRD Nilai Pasar Murah Jadi Jaring Sosial Bagi Warga Ekonomi Lemah

Timur Media, Penajam – Di tengah tekanan harga kebutuhan pokok, kehadiran pasar murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dianggap sebagai solusi efektif untuk meredam beban warga berpenghasilan rendah. Anggota Komisi II DPRD PPU, Andi Iskandar Hamala, menegaskan bahwa program tersebut memiliki nilai sosial tinggi.
“Pasar murah adalah bentuk keberpihakan nyata pemerintah terhadap rakyat kecil. Di tengah fluktuasi harga bahan pokok, kegiatan ini memberi kelegaan bagi masyarakat bawah,” ujar Andi Iskandar.
Menurutnya, daya beli masyarakat di lapisan bawah cenderung menurun akibat beban ekonomi, terutama pasca pandemi dan naiknya harga BBM serta logistik.
“Kita tidak bisa tutup mata. Banyak warga yang terpaksa mengurangi konsumsi karena harga terus naik. Pasar murah menjadi angin segar bagi mereka,” tambahnya.
Ia juga mengapresiasi pemerintah daerah karena mampu mengatur logistik dan pasokan barang dengan baik. Produk-produk yang dijual dalam pasar murah mencakup kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur, yang semuanya dijual dengan harga di bawah pasar umum.
“Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga soal keadilan sosial. Negara harus hadir saat masyarakatnya kesulitan. Kita tidak ingin ada warga yang kesulitan makan karena semua serba mahal,” tegasnya.
Namun Andi juga memberikan catatan agar pelaksanaan pasar murah ke depan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial. Ia menyarankan pelibatan tokoh masyarakat dan RT/RW dalam pendataan warga penerima manfaat agar penyaluran tepat sasaran.
“Kita harap pasar murah tidak sekadar simbol, tapi betul-betul jadi solusi nyata,” katanya.
Ia pun mendorong agar kegiatan ini dilaksanakan secara periodik, bukan hanya saat menjelang hari besar. Bahkan bila perlu, kegiatan serupa bisa dikembangkan menjadi pasar rakyat tetap atau program subsidi langsung untuk barang pokok tertentu.
“Kalau pasar murah bisa jadi program reguler, itu bisa bantu stabilisasi harga sekaligus memperkuat ketahanan sosial ekonomi daerah,” pungkas Andi. (ADV)