AdvDPRD PPU

DPRD Berharap Perbaikan Jalan IKN Terus Berlanjut

Reporter : Teguh | Editor : Faisal

Timur Media, Penajam – Meski rencana pemindahan ibu kota negara ditunda. Perbaikan jalan trans Kalimantan di wilayah Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara hingga Kecamatan Sepaku sampai simpang Silkar Petung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang akan menjadi wilayah ibu kota baru di Provinsi Kalimantan Timur, diharapkan masyarakat setenpat terus berlanjut.

Hal itu disampaikan Anggota DPRD PPU  Daerah Pemilihan Kecamatan Sepaku Muhammad Bijak Ilhamdani. Yang mengatakan jika sepanjang jalan tersebut masih banyak terdapat kerusakan yang perlu perbaikan.

“Sepanjang jalan dari simpang Silkar Petung menuju Kecamatan Sepaku masih dipenuhi lubang,” jelas anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara daerah pemilihan Sepaku, Muhammad Bijak Ilhamdani,Selasa.

Jalan simpang Silkar Petung sampai Kecamatan Sepaku hingga kilometer 38 Kecamatan Samboja sudah berubah status menjadi jalan negara, sehingga pembenahan jalan trans Kalimantan tersebut kewenangan pemerintah pusat.

Pengambilalihan penanganan jalan trans Kalimantan oleh pemerintah pusat menjadi angin segar bagi masyarakat, karena sudah bertahun-tahun kondisinya rusak parah.

Saat ini sudah mulai dilakukan perbaikan jalan trans Kalimantan mulai kilometer 38 Kecamatan Samboja sampai titik nol wilayah ibu kota negara baru di Kecamatan Sepaku dan bakal diteruskan sampai simpang Silkar Petung Kecamatan Penajam.

DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara berharap dengan adanya penundaan pemindahan ibu kota negara oleh pemerintah pusat tidak mempengaruhi perbaikan jalan trans Kalimantan tersebut.

“Tentu itu menjadi angin segar buat masyarakat yang sudah lama menantikan jalan itu diperbaiki,” katanya.

Sehingga Sekertaris Komisi III DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara berharap, penundaan pemindahan ibu kota negara tidak berimbas pada perbaikan jalan di wilayah Kecamatan Sepaku sebagai pusat ibu kota negara Indonesia yang baru.

“Mungkin Penundaan pemindahan ibu kota bisa terjadi karena mungkin faktor keuangan untuk selesaikan masalah pandemi COVID-19,” ujar politisi partai Demokrat itu.

Perbaikan jalan trans Kalimantan tegasnya, perlu menjadi skala prioritas pemerintah pusat, karena bagaimana mau membangun ibu kota negara kalau akses jalannya masih belum dibangun.

“Tapi perbaikan infrastruktur jalan mulai kilometer 38 Kecamatan Samboja hingga Kecamatan Sepaku sampai simpang Silkar Petung, kami harapkan jangan ikut ditunda,” pungkasnya.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button