DP3AP2KB PPU Tekankan Keluarga Jadi Fondasi Utama Pembentukan Karakter Anak

Timur Media, Penajam –  Keluarga dinilai memiliki peran paling penting dalam membentuk karakter dan kepribadian anak sejak usia dini. Nilai kehidupan yang diberikan di rumah menjadi dasar bagi anak dalam bersikap, berinteraksi dan menghadapi lingkungan di luar keluarga.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) saat menjadi narasumber dalam kegiatan parenting di SDN 013 Penajam, Rabu (29/7/2026) lalu.

Kegiatan parenting tersebut mengangkat tema “Penguatan Budaya Positif dari Rumah ke Sekolah”. Acara diikuti orang tua dan wali murid dari kelas I hingga kelas VI, serta dihadiri Kepala SDN 013 Penajam, Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), serta jajaran staf DP3AP2KB.

Kepala DP3AP2KB PPU, Jansje Grace Makisurat menjelaskan bahwa rumah merupakan lingkungan pertama bagi anak untuk mengenal berbagai nilai kehidupan. Kasih sayang, perhatian, kebiasaan dan teladan orang tua menjadi bagian penting yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak.

“Rumah merupakan tempat yang paling utama bagi anak untuk mempelajari berbagai nilai kehidupan. Sementara itu, sekolah adalah rumah kedua yang ikut melanjutkan proses pembentukan karakter,” ujarnya.

Menurutnya karakter anak tidak terbentuk secara tiba-tiba ketika mereka berada di lingkungan sekolah. Sikap dan kebiasaan yang ditampilkan anak dalam kehidupan sehari-hari sangat berkaitan dengan pola pengasuhan serta keteladanan yang diterima dari keluarga.

Orang tua diminta tidak hanya memenuhi kebutuhan anak secara materi. Perhatian, komunikasi, pendampingan dan contoh perilaku yang baik juga diperlukan agar anak memiliki dasar karakter yang kuat dalam menjalani kehidupannya.

“Karakter anak itu banyak terbentuk dari pola asuh dan keteladanan orang tua di rumah. Jadi, budaya positif harus dimulai dari keluarga dan terus diperkuat di sekolah,” katanya.

Menurutnya, sekolah memiliki peran untuk melanjutkan nilai-nilai positif yang telah dibangun di rumah. Karena itu, hubungan antara orang tua dan pihak sekolah perlu dijaga agar proses pembentukan karakter anak dapat berjalan secara konsisten.

Ia berharap kegiatan parenting tersebut dapat meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pentingnya pola asuh positif. Orang tua diharapkan mampu menjadi contoh yang baik sekaligus memberikan ruang bagi anak untuk berkembang sesuai potensi yang dimilikinya.

Melalui kegiatan tersebut, DP3AP2KB PPU mendorong terciptanya hubungan yang lebih kuat antara keluarga dan sekolah. Sinergi keduanya dinilai menjadi salah satu kunci dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

“Pola asuh yang positif bukan hanya membentuk emosi anak, tetapi juga disiplin, tanggung jawab, dan cara mereka berinteraksi. Karena itu, sinergi antara keluarga dan sekolah sangat penting,” tandasnya. (ADV)

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page