DP3AP2KB PPU Satukan Pesan Hari Anak dan Hari Keluarga

Timur Media, Penajam – Suasana Car Free Day (CFD) di Jalur Dua Gerbang Madani, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Sabtu (18/7/2026), berlangsung semarak. Anak-anak, keluarga, komunitas, hingga jajaran pemerintah daerah tumpah ruah mengikuti rangkaian Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42, Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33, dan Hari Ulang Tahun PP PAUD.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bersama untuk menyampaikan pesan penting tentang anak, sayangi anak, lindungi anak, dan siapkan masa depan anak. Momentum ini sekaligus memperlihatkan bahwa membangun generasi berkualitas bukan hanya tugas pemerintah, tetapi membutuhkan peran keluarga dan seluruh elemen masyarakat.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten PPU, PP PAUD, serta Dharma Wanita Persatuan (DWP), dengan dukungan berbagai perangkat daerah, organisasi, komunitas, dan mitra.
Sekretaris DP3AP2KB Kabupaten PPU, Mualimin, mengatakan meriahnya kegiatan tidak lepas dari dukungan banyak pihak. Menurutnya, keterlibatan lintas sektor menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap tumbuh kembang dan perlindungan anak telah menjadi perhatian bersama.
“Kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan oleh DP3AP2KB, PP PAUD, dan Dharma Wanita Persatuan, tetapi juga mendapat dukungan dari banyak pihak. Hal ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung tumbuh kembang anak di Kabupaten Penajam Paser Utara,” ujarnya.
Mualimin menambahkan, kolaborasi semacam ini perlu terus dipertahankan karena persoalan anak tidak dapat diselesaikan oleh satu perangkat daerah. Pemerintah, keluarga, sekolah, komunitas, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung anak.
“Atas dukungan tersebut kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga dan menjadi kekuatan dalam memenuhi hak serta memberikan perlindungan terbaik bagi anak-anak kita,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten PPU, Tohar, menyoroti tantangan yang harus dihadapi bersama untuk menyiapkan generasi berkualitas. Salah satunya adalah persoalan stunting yang masih menjadi perhatian di Kabupaten PPU.
Menurut Tohar, persoalan stunting tidak berdiri sendiri. Selain pola asuh, kondisi ekonomi keluarga turut memengaruhi kemampuan dalam memenuhi kebutuhan pangan dan nutrisi anak.
“Tantangan kita ke depan semakin kompleks. Salah satu yang masih menjadi perhatian adalah angka stunting di Kabupaten Penajam Paser Utara yang masih cukup tinggi dibandingkan kabupaten dan kota lain di Kalimantan Timur,” kata Tohar.
Ia menegaskan, percepatan penurunan stunting tidak bisa hanya mengandalkan satu program atau satu perangkat daerah. Diperlukan kerja bersama, termasuk memperkuat ketahanan keluarga dan memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang memadai.
“Stunting berkaitan erat dengan kecukupan nutrisi. Dalam banyak kasus, kemampuan ekonomi keluarga juga berpengaruh terhadap pemenuhan pangan bergizi. Karena itu, upaya penurunan stunting harus dilakukan secara lintas sektor dan tidak bisa dibebankan kepada satu perangkat daerah saja,” ujarnya.
Momentum Harganas ke-33 juga dimanfaatkan Tohar untuk mengingatkan kembali pentingnya keluarga dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, rumah bukan sekadar tempat tinggal, tetapi menjadi sekolah pertama tempat anak belajar mengenal nilai, empati, tanggung jawab, dan cara mengelola emosi.
“Keluarga adalah sekolah pertama dan utama bagi anak. Karena itu, melalui momentum Hari Keluarga Nasional ini mari kita membangun karakter anak sejak dini, mulai dari penanaman akhlak, empati, kemampuan mengendalikan emosi, hingga nilai-nilai kehidupan,” katanya.
Rangkaian kegiatan CFD berlangsung meriah. Senam bersama menjadi pembuka aktivitas masyarakat, dilanjutkan lomba ranking 1, pembagian kupon doorprize, lomba upcycled fashion show, serta penampilan unjuk bakat dari anak-anak SLB, Forum Anak, dan PAUD.
Tidak hanya hiburan, masyarakat juga dapat mengunjungi stan UMKM, memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan gratis, serta mengakses berbagai stan pelayanan dan edukasi yang disediakan perangkat daerah dan mitra.
Di tengah suasana perayaan, pesan yang dibawa pemerintah cukup jelas, peringatan HAN dan Harganas bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk memperkuat peran keluarga dan masyarakat dalam memastikan anak tumbuh di lingkungan yang aman, sehat, ramah, dan penuh kasih sayang.
“Kita ingin anak-anak PPU tumbuh sehat, cerdas dan berkarakter. Untuk mewujudkannya, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Keluarga dan seluruh masyarakat harus menjadi bagian dari proses tersebut,” pungkasnya. (ADV