DP3AP2KB PPU Gelar Pelatihan Manajemen dan Penanganan Kasus Kekerasan

Timur Media, Penajam – Penjabat (Pj) Kabupaten Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Makmur Marbun di wakili Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) PPU, Chairur Rozikin membuka secara resmi Pelatihan Manajemen dan Penanganan Kasus Kekerasan terhadap perempuan dan anak selama 2 hari.

Tujuan dari pelatihan manajemen dan penanganan kasus ini guna meningkatkan kapasitas sumber daya lembaga penyedia layanan penanganan bagi perempuan korban kekerasan Kabupaten/Kota.

Kepala DP3AP2KB PPU, Chairur Rozikin mengatakan kekerasan terhadap perempuan dan anak, telah memberikan dampak negatif dan luas, tidak hanya terhadap korban, tetapi juga berpengaruh terhadap proses tumbuh kembang anak dalam keluarga.

“Hal ini, mengingat kekerasan terhadap perempuan dan anak seringkali terjadi di lingkungan rumah tangga, di lingkungan sekolah, publik/umum atau di suatu komunitas, kekerasan yang dihadapi perempuan dan anak bukan hanya berupa fisik melainkan juga kekerasan seksual, psikis dan penelantaran,” ucapnya, Selasa (04/06/2024).

Dihadapan 35 peserta, ia menjelaskan jika kekerasan terhadap perempuan dan anak juga membawa berbagai persoalan di masyarakat seperti antara persoalan medis, sosial, hukum, bahkan berbagai pelanggaran hak asasi manusia.

“Untuk itu, dalam upaya pemulihan korban kekerasan tentunya juga memerlukan layanan yang meliputi pelayanan medis, layanan psikologi, layanan bantuan hukum, layanan pengaduan, penanganan dan pendampingan, rujukan dan bantuan hukum,” terangnya

Menurutnya tantangan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dari hari ke hari semakin kompleks dengan dinamika bentuk kekerasan dan jenis kasus kekerasan yang semakin beragam.

“Oleh karena itu, penyedia layanan dituntut untuk terus mampu beradaptasi dengan perkembangan perubahan yang terus ditingkatkan oleh pemerintah melalui regulasi

regulasi agar dapat memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik bagi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak,” jelasnya. (ADV) (Diskominfo)

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button