DP3AP2KB PPU Buka Peluang Perusahaan Terlibat dalam Pencegahan Risiko Stunting

Timur Media, Penajam – Upaya mencegah stunting di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berpeluang melibatkan lebih banyak pihak, termasuk dunia usaha. Melalui Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI), perusahaan didorong ikut mendukung pemenuhan kebutuhan anak yang masuk kategori berisiko stunting.

Keterlibatan perusahaan ini menjadi salah satu hal yang akan dibahas bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) PPU.

Kepala DP3AP2KB PPU, Jansje Grace Makisurat, mengatakan pihaknya memiliki data anak yang masuk kategori berisiko stunting. Data tersebut berpotensi menjadi dasar dalam menentukan sasaran program apabila APSAI dan perusahaan anggota nantinya terlibat dalam upaya pencegahan.

“Kalau yang sudah stunting kita nyaris tidak bisa banyak intervensi. Yang kita intervensi itu risiko stunting,” jelasnya.

Menurutnya, peluang keterlibatan perusahaan dalam pencegahan risiko stunting masih perlu dibicarakan bersama APSAI. Sebab, program tersebut belum ditetapkan sebagai prioritas utama organisasi dan masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut.

DP3AP2KB PPU nantinya akan mendampingi APSAI dalam menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan perlindungan anak di daerah.

Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu perusahaan memahami bentuk kontribusi yang bisa dilakukan, termasuk apabila program pencegahan risiko stunting masuk dalam agenda kerja sama.

Dengan adanya data anak berisiko stunting, dukungan perusahaan berpeluang diarahkan secara lebih terukur berdasarkan kebutuhan sasaran, bukan hanya melalui bantuan yang bersifat umum.

Namun, bentuk intervensi, sasaran penerima manfaat, dan mekanisme pelaksanaan program masih harus dibahas lebih lanjut bersama APSAI dan pihak terkait.

Ketua APSAI PPU, Abdul Rasyid, mengatakan pihaknya siap mendukung program pemerintah daerah yang berkaitan dengan perlindungan anak.

“Semua program yang ada di pemerintah melalui dinas yang dipimpin Ibu Grace tentu akan menjadi bagian dari apa yang akan kita lakukan,” bebernya.

Ke depan, keterlibatan dunia usaha dalam pencegahan risiko stunting diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi perusahaan terhadap pemenuhan hak anak di PPU.

Meski demikian, realisasi program tersebut masih bergantung pada hasil pembahasan dan kesepakatan bersama antara DP3AP2KB, APSAI, serta perusahaan yang nantinya terlibat.

“Tentu programnya akan kami bahas bersama APSAI agar dukungan yang diberikan bisa tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan anak,” ujarnya. (ADV)

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page