DP3AP2KB Ajak Masyarakat, Posyandu Jadi Bagian Pencegahan Stunting

Timur Media, Penajam – Posyandu kini tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan bagi balita. Layanan kesehatan berbasis masyarakat ini telah berkembang untuk menjangkau seluruh kelompok usia, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, usia produktif hingga lanjut usia (lansia).
Namun, perluasan layanan tersebut masih perlu diimbangi dengan peningkatan partisipasi masyarakat. Di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), tingkat kunjungan masyarakat ke Posyandu tercatat baru mencapai 77,91 persen, masih di bawah target nasional sebesar 85 persen.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) PPU, Jansje Grace Makisurat, mengatakan Posyandu merupakan bentuk pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang dikelola dari, oleh, dan untuk masyarakat.
Menurutnya, Posyandu memiliki peran penting dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, sekaligus menjadi sarana edukasi dan deteksi dini berbagai masalah kesehatan.
Penyelenggaraan Posyandu saat ini juga telah disesuaikan dengan pendekatan siklus hidup, sehingga pelayanan tidak lagi terbatas pada ibu dan balita, tetapi mencakup seluruh kelompok usia.
“Hal ini sejalan dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 2015 Tahun 2023 tentang penyelenggaraan Posyandu. Jadi, Posyandu kini tidak hanya melayani balita, tetapi mencakup semua kelompok usia,” jelasnya.
Dengan cakupan pelayanan yang semakin luas, Posyandu diharapkan menjadi salah satu garda terdepan dalam menjaga kesehatan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Meski memiliki peran strategis, tingkat kunjungan masyarakat ke Posyandu di PPU masih perlu ditingkatkan. Capaian 77,91 persen menunjukkan masih ada masyarakat yang belum memanfaatkan layanan kesehatan tersebut secara optimal.
Grace berharap, gerakan mengaktifkan Posyandu tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar tumbuh menjadi kebiasaan masyarakat dalam menjaga kesehatan.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara rutin penting dilakukan sebagai langkah awal untuk mengetahui kondisi tubuh sekaligus mencegah risiko masalah kesehatan yang lebih serius.
“Posyandu merupakan salah satu gerakan nyata untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama kesehatan ibu, anak, remaja, dan lansia. Mari kita manfaatkan Posyandu dengan sebaik-baiknya agar dapat menjaga kesehatan sekaligus mencegah masalah kesehatan yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Ia menilai, keberadaan Posyandu di setiap wilayah menjadi peluang untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, puskesmas, kader, dan masyarakat.
Melalui kerja sama tersebut, Posyandu dapat menjadi sarana penyampaian edukasi kesehatan sekaligus memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, termasuk pemeriksaan awal bagi ibu hamil, bayi, remaja hingga lansia.
Selain meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, penguatan Posyandu juga diharapkan mendukung upaya pencegahan dan penurunan stunting di PPU.
Pelayanan kesehatan ibu dan anak, pemantauan tumbuh kembang, serta edukasi kepada keluarga menjadi bagian penting dalam mengenali risiko gangguan kesehatan sejak dini.
Grace berharap, masyarakat dapat memanfaatkan Posyandu secara rutin, sementara pemerintah dan tenaga kesehatan terus memperkuat kolaborasi agar pelayanan semakin mudah dijangkau.
Menurutnya, gerakan mengaktifkan Posyandu harus menjadi upaya bersama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar meningkatkan angka kunjungan.
“Kiranya melalui gerakan aktifkan Posyandu ini, kita bisa bersama-sama meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama kesehatan ibu dan anak, remaja serta lansia di lingkungan masing-masing. Mengingat kesehatan merupakan hal yang sangat penting bagi kita semua,” jelasnya. (ADV)