Disnakertrans PPU Siapkan Lima Pelatihan Kerja Gratis untuk Warga Ber-KTP Lokal

Timur Media, Penajam – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyiapkan lima program pelatihan kerja melalui APBD Perubahan 2026. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan keterampilan sekaligus memperkuat kesiapan tenaga kerja lokal menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Lima kejuruan yang disiapkan meliputi Make Up Artist (MUA), housekeeping, administrasi perkantoran, menjahit, serta Pendidikan Dasar Satuan Pengamanan (Diksar Satpam).
Pelatihan diberikan tanpa biaya kepada masyarakat PPU. Namun, proses pendaftaran peserta belum dibuka karena Disnakertrans masih menunggu penerbitan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).
Kepala Bidang Pelatihan, Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans PPU Eko Yulianto mengatakan, proses rekrutmen akan dimulai setelah dokumen anggaran tersebut diterbitkan. Mekanisme pendaftaran direncanakan dilakukan secara daring.
“Begitu ada DPA, langsung kami buka rekrutmen. Termasuk untuk MUA nanti pendaftarannya melalui Google Form,” kata Eko.
Kuota peserta disesuaikan dengan masing-masing jenis pelatihan. Diksar Satpam disiapkan untuk 16 peserta, sementara housekeeping, administrasi perkantoran dan menjahit masing-masing memiliki kuota 11, 20 dan 20 orang. Adapun kuota MUA menyesuaikan ketentuan teknis pelaksanaan kegiatan.
Program tersebut secara khusus menyasar warga yang memiliki KTP PPU. Calon peserta juga diwajibkan menyiapkan sejumlah dokumen administrasi, antara lain ijazah dan kartu pencari kerja atau AK-1.
Disnakertrans juga mensyaratkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) atau dokumen yang menunjukkan desil kesejahteraan sesuai ketentuan program.
Selain memperoleh pelatihan, peserta akan mendapatkan sertifikat kompetensi dan uang saku. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi tambahan modal bagi peserta ketika memasuki pasar kerja.
Untuk pelatihan Diksar Satpam, program tersebut merupakan kelanjutan kegiatan yang telah dimulai pada September. Eko menyebut pelatihan itu salah satunya merupakan tindak lanjut aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
“Pelaksanaan Diksar Security bersifat lanjutan karena sudah lebih dulu dimulai September lalu. Pelatihan Diksar Ini merupakan tindak lanjut dari permintaan masyarakat pada saat Musrenbang,” kata Eko.
Menurut Eko, program pelatihan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan teknis. Kepemilikan sertifikat kompetensi dan kesiapan sikap kerja juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing pencari kerja lokal.
“Banyak masyarakat kita sebenarnya sudah punya keterampilan, tetapi belum memiliki sertifikat kompetensi. Sikap atau etika kerja juga perlu diperhatikan, bukan hanya kemampuan teknis,” ujarnya.
Disnakertrans mencatat sebanyak 218 orang mengikuti program pelatihan kerja sepanjang 2025. Sementara pada 2026, jumlah peserta yang telah mengikuti pelatihan berada di kisaran 100 orang lebih.
Setelah pelatihan selesai, Disnakertrans juga berupaya membantu mempertemukan peserta dengan kebutuhan tenaga kerja di perusahaan.
“Tugas kita selesai pelatihan turut membantu menghubungkan peserta dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja,” tambah Eko.
Upaya penempatan dilakukan melalui kerja sama dengan perusahaan maupun penyedia tenaga kerja. Selain itu, peserta dapat diarahkan memanfaatkan peluang rekrutmen melalui kegiatan job fair yang diselenggarakan untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan.
Melalui skema tersebut, pelatihan kerja tidak berhenti pada peningkatan keterampilan, tetapi juga diarahkan agar peserta memiliki akses lebih besar terhadap peluang kerja di wilayah PPU. (ADV)