Dishub PPU Petakan Kebutuhan Bus Sekolah, Siapkan Usulan ke Kemenhub

Timur Media, Penajam – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tengah melakukan survei kebutuhan transportasi pelajar di tujuh wilayah sebagai dasar pemetaan kebutuhan untuk perencanaan pengadaan armada bus sekolah. Hasil pendataan tersebut akan digunakan untuk mendukung pengajuan bantuan kendaraan kepada Kementerian Perhubungan untuk Tahun Anggaran 2027.
Survei yang dilaksanakan Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dishub PPU pada Rabu (4/11/2026) itu menjangkau Babulu Laut, Babulu Darat, Pantai Lango, Sepan, Sotek, Riko, dan Buluminung.
Kepala Dishub PPU, Agus Dahlan, S.Pd., mengatakan pendataan lapangan dilakukan untuk mengetahui kebutuhan riil transportasi pelajar sekaligus memastikan perencanaan layanan bus sekolah sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah.
“Pendataan ini menjadi langkah awal untuk mengukur kebutuhan riil transportasi pelajar. Kami ingin perencanaan layanan bus sekolah benar-benar presisi, menjawab kendala di lapangan, serta menyesuaikan dengan kondisi geografis setiap wilayah,” ujar Agus.
Dalam survei tersebut, petugas mendata satuan pendidikan mulai dari tingkat SD, SMP/MTs hingga SMA/MA/SMK, baik negeri maupun swasta. Aspek yang menjadi perhatian meliputi jumlah siswa, lokasi tempat tinggal dan sekolah, pola perjalanan harian, serta kondisi rute yang dilalui pelajar.
Dishub juga melakukan kajian terhadap kondisi geometrik jalan dan potensi operasional untuk memperkirakan jumlah armada yang diperlukan. Data tersebut diharapkan memberikan gambaran mengenai kebutuhan layanan transportasi pelajar berdasarkan karakteristik dan sebaran permukiman di setiap wilayah.
Agus menjelaskan, hasil survei akan menjadi dokumen pendukung bagi Pemkab PPU dalam mengusulkan bantuan armada bus sekolah kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan, khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.
Pengajuan tersebut ditujukan untuk Tahun Anggaran 2027 sebagai salah satu upaya mempercepat pemenuhan sarana transportasi khusus pelajar melalui dukungan anggaran pemerintah pusat.
Menurutnya, pengembangan layanan bus sekolah akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan skala kebutuhan dan kemampuan penyediaan armada. Dengan perencanaan berbasis data, bantuan yang diperoleh nantinya diharapkan dapat ditempatkan pada wilayah yang benar-benar membutuhkan.
“Fokus utama kami adalah memberikan kemudahan aksesibilitas bagi pelajar menuju sekolah dengan moda transportasi yang aman, nyaman, tertib, serta terjangkau, Seingga pengembangan layanan bus sekolah akan kami lakukan secara bertahap dan tepat sasaran.” pungkasnya.
Melalui pemetaan tersebut, Dishub PPU berupaya memperkuat aksesibilitas pendidikan dari sisi transportasi. Ketersediaan bus sekolah diharapkan dapat membantu mobilitas pelajar, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan akses menuju satuan pendidikan. (ADV)