Disdikpora PPU Latih 30 Pemuda Olah Produk Kuliner, Siapkan Wirausaha Muda

Timur Media, Penajam – Sebanyak 30 pemuda di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendapatkan pelatihan keterampilan pengolahan makanan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU. Program tersebut diarahkan untuk membekali generasi muda dengan kemampuan praktis sekaligus membuka peluang merintis usaha mandiri di sektor kuliner.

Pelatihan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Pemuda itu berlangsung selama tiga hari, 28–30 Oktober 2026, di BLK Komunitas Yayasan Aulia Hutama Humairoh, Jalan Masjid RT 10, Kelurahan Waru, Kecamatan Waru.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikpora PPU, Muhtar, mengatakan pengembangan keterampilan pemuda perlu diarahkan pada kemampuan yang memiliki nilai ekonomi dan dapat diterapkan secara langsung. Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman baru, tetapi juga memiliki bekal untuk mengembangkan usaha produktif.

Menurutnya, peluang kewirausahaan perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda agar mereka memiliki alternatif dalam membangun masa depan. Tidak hanya mengandalkan kesempatan bekerja di sektor formal, pemuda juga perlu didorong untuk menciptakan peluang usaha berdasarkan keterampilan yang dimiliki.

“Harapan kami, pelatihan ini bisa menjadi langkah awal bagi peserta untuk mengenali potensi usaha di bidang kuliner. Keterampilan yang mereka dapatkan hendaknya terus dikembangkan sehingga nantinya bisa menghasilkan produk yang memiliki nilai jual dan membuka peluang pendapatan,” ujar Muhtar, Senin (2/11/2026).

Dalam pelaksanaannya, Disdikpora PPU menghadirkan Hetty Indriaswari sebagai instruktur. Pengajar sekaligus praktisi kuliner tersebut memberikan materi melalui kombinasi pembelajaran teori dan praktik pengolahan makanan.

Tidak hanya mempelajari teknik memasak, peserta juga memperoleh pengetahuan mengenai aspek penting dalam menjalankan usaha makanan. Materi yang diberikan mencakup regulasi usaha kuliner, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Good Manufacturing Practices (GMP), sanitasi, serta teknik pengemasan produk.

Pembekalan tersebut dimaksudkan agar peserta memahami bahwa kualitas produk kuliner tidak hanya ditentukan oleh rasa, tetapi juga kebersihan proses produksi, keamanan pangan, dan tampilan kemasan yang menarik.

Pada sesi praktik, peserta diperkenalkan dengan berbagai jenis produk makanan yang memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha. Beberapa di antaranya pembuatan dimsum, sosis, salt bread, roti gulung abon, takoyaki, hingga pizza.

Setiap peserta juga mendapatkan kesempatan mempraktikkan langsung tahapan pengolahan makanan dengan memperhatikan standar kebersihan dapur dan sanitasi personal. Dengan metode tersebut, keterampilan yang diperoleh tidak hanya bersifat teoritis, tetapi dapat langsung diterapkan.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga (Pora) Disdikpora PPU, Mahmudin, S.Sos, menjelaskan pelatihan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda Oktober 2026.

Ia menilai penguatan kapasitas generasi muda melalui keterampilan produktif menjadi salah satu upaya mendorong keterlibatan pemuda dalam pembangunan ekonomi daerah. Sektor kuliner dipilih karena memberikan ruang bagi kreativitas sekaligus peluang untuk mengembangkan usaha dengan beragam jenis produk.

“Peringatan Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk mendorong generasi muda lebih berani mengembangkan kemampuan dan kreativitas. Kami ingin mereka tidak hanya menjadi pencari peluang kerja, tetapi juga memiliki inisiatif membangun usaha sendiri,” kata Mahmudin.

Sebagai bagian dari evaluasi hasil pembelajaran, rangkaian pelatihan ditutup dengan gelar produk atau mini bazaar. Pada kegiatan tersebut, peserta memperkenalkan hasil olahan yang telah dibuat sekaligus mengikuti simulasi penjualan.

Peserta juga menjalani uji organoleptik untuk menilai kualitas produk berdasarkan rasa, aroma, tekstur, dan penampilan. Hasil penilaian kemudian menjadi bahan evaluasi bersama instruktur guna mengetahui aspek yang masih perlu ditingkatkan.

Mahmudin berharap pengalaman selama pelatihan dapat dimanfaatkan peserta untuk mengembangkan keterampilan secara berkelanjutan. Kemampuan mengolah makanan, memahami standar produksi, hingga memperkenalkan produk kepada konsumen diharapkan menjadi modal awal dalam merintis usaha.

Melalui program peningkatan kapasitas tersebut, Disdikpora PPU berupaya memperluas ruang pengembangan potensi pemuda, khususnya pada bidang kewirausahaan dan industri kreatif. Tumbuhnya pelaku usaha baru dari kalangan generasi muda diharapkan dapat membuka peluang ekonomi sekaligus memberikan kontribusi terhadap perkembangan sektor usaha mikro dan kuliner di Kabupaten Penajam Paser Utara.(ADV)

 

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page